Simpang Siur Kabar Bupati Petrus Fatlolon Positif Covid-19

  • Whatsapp
Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon.

SimpulRakyat.co.id, Tanimbar – Kamis (7/1) pagi, masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Provinsi Maluku, dikagetkan dengan kabar bahwa Bupati Petrus Fatlolon positif Covid-19. Sontak kabar tersebut viral di media sosial dan menimbulkan perdebatan di kalangan warganet.

Kabar Petrus Fatlolon positif Covid-19 itu terkonfirmasi lewat pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dr Edwin Tomasoa kepada salah satu media cetak di Maluku.

Baca Juga

Pernyataan dr Edwin Tomasoa itu dianggap sebagai sebuah pernyataan resmi karena kapasitasnya sebagai Kepala Dinas Kesehatan sekaligus anggota Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Kabar tersebut mendapat respon sejumlah pihak. Salah satunya Ketua LP-KPK Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jhon Solmeda.

Kepada media ini, Kamis, 7 Januari 2020, Solmeda mengatakan bahwa informasi Bupati Petrus Fatlolon positif Covid-19 itu sungguh mengagetkan sekaligus menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Pasalnya, beberapa waktu lalu Bupati Petrus Fatlolon baru saja berkumpul bersama warga dalam sebuah acara piknik, di salah satu pantai yang berlokasi di Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

“Kami masyarakat sangat membutuhkan keakuratan informasi agar bisa mengantisipasi dan memproteksi diri dari segala kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Alasannya, pada tanggal 3 kemarin pak Petrus Fatlolon bersama Istri di ketahui terlibat langsung dalam kegiatan piknik bersama sejumlah warga masyarakat di pantai wisata Asutubun,” kata Solmeda.

Dia menjelaskan, informasi tersebut juga sangat membingungkan masyarakat Tanimbar, karena baru saja dikabarkan positif Covid-19 pagi harinya, sekitar pukul 12 siang waktu setempat Petrus Fatlolon mengeluarkan pernyataan resmi lewat media bahwa dirinya dalam kondisi baik-baik saja dan tidak terpapar virus mematikan itu.

“Sebagai masyarakat kami kaget dan resah dengan informasi yang tiba-tiba dimuat harian Ambon Ekspres edisi 7/1 (hari ini) yang berjudul Terpapar Covid-19, Petrus Fatlolon Tak Divaksin. Jika pernyataan kepala Dinas Kesehatan KKT dr Edwin Tomasoa tersebut kemudian dibantah oleh Bupati lewat media online LASKAR, maka ini justru semakin membingungkan publik,” ujarnya.

Solmeda mengatakan, pernyataan berbeda kedua pejabat daerah itu layaknya sebuah drama yang sedang dimainkan di tengah masyarakat Tanimbar saat ini. Tomasoa mengatakan positif dan Petrus Fatlolon membantahnya.

“Saya kira, dr Tomasoa tidak mungkin memberikan pernyataan sepihak bahwa Bupati Petrus Fatlolon positif Covid-19. Di lain sisi, Bupati juga tidak mungkin memberikan klarifikasi yang tidak benar. Jadi bisa saja saat ini mereka sama-sama terjebak dalam dramanya sendiri,” kata Solmeda.

Dia menduga, informasi Bupati Petrus Fatlolon positif Covid-19 tersebut ada hubungannya dengan instruksi Presiden RI agar semua kepala daerah wajib melakukan vaksinasi pada tanggal 13 Januari mendatang.

Berita Menarik Lainnya