Kasus Dugaan Penganiayaan, Polisi: Surat Perintah Penahanan Mulai Berlaku Besok

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Jeneponto – Kasus dugaan penganiayaan yang terjadi pada Senin malam (28/9/2020) lalu, kini menyita perhatian keluarga korban.

Pasalnya, pihak korban merasa kecewa atas sikap penegak hukum yang seolah-olah kurang serius menangani kasus tersebut.

Baca Juga

Diketahui, kasus ini bermula saat Korban RH dan A hendak membeli lauk di salah satu Rumah Makan (RM) di Tanetea, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto.

Saat itu, si A memesan Lauk di RM tersebut lalu korban RH yang menunggu di depan warung itu tiba-tiba mendapat serangan dari tiga tersangka yang berinisial G, I dan U secara bersamaan kepada RH.

Atas kejadian itu, RH sempat dibawa ke Puskesmas oleh pihak penegak hukum untuk dilakukan visum, korban kemudian dibawa ke Polsek Tamalatea untuk dimintai keterangan dan membuat laporan polisi. Sementara itu, tersangka penganiayaan tersebut diduga melarikan diri.

Keluarga korban, Abd Haris Katti mengatakan, beberapa hari setelah kejadian tersebut, Kanit Reskrim Polsek Tamalatea Aipda Syarifuddin kepada keluarga korban mengaku bahwa ketiga terduga pelaku penganiayaan, yakni G, I dan U telah diamankan di Polsek Tamalatea.

Dalam waktu bersamaan, pihak keluarga korban diminta untuk ke Polsek berkoordinasi dalam hal penanganan kasus tersebut.

Pihak keluarga korban pun merasa kecewa, pasalnya saat itu keluarga yang korban hendak melihat ketiga tersangka itu, namun ketiganya tidak berada di tahanan, Kanit Reskrim itu beralasan tersangka keluar makan.

“Saya merasa kecewa dan tidak puas karena dibohongi oleh pak Kanit Reskrim karena dia mengaku pelakunya sudah di Sel, padahal Cek per-cek ketiga pelaku tidak ada di tahanan, alasannya keluar makan,” ungkap Abd Haris Katti.

Lanjut dikatakan, pada Selasa (6/10), Kanit Reskrim Aipda Syarifuddin kembali memanggil pihak keluarga korban, dalam hal ini orangtua korban untuk membicarakan terkait tindak lanjut dari kasus tersebut.

Namun, pihak keluarga korban memilih agar kasus tersebut dimusyawarahkan dulu diinternal merekan untuk memutuskan proses hukum lanjut atau tidak.

“Berselang beberapa jam kemudian saat saya meninggalkan Polsek, pelaku inisial U terlihat bebas menggunakan kendaraan sepeda motor, bahkan parahnya lagi mereka dengan beraninya lewat-lewat depan rumah keluarga saya,” ungkap Abd Haris Katti dengan penuh Kesal.

Saat Wartawan SimpulRakyat.co,id mengunjungi langsung Kantor Polsek Tamalatea, ketiga pelaku tidak terlihat  berada dalam Polsek tersebut.

Kapolsek Tamalatea Iptu Hamka kepada media ini berjanji akan menindak lanjuti kasus tersebut berdasarkan keputusan keluarga korban.

”Insya Allah, atas kejadian itu, kami akan tindak lanjuti kalau memang korban dalam hal ini tidak menerima atau berniat untuk berdamai. Itu hak korban dan apapun itu keputusannya kalau dilanjutkan maka kami akan lanjutkan,” terang Iptu Hamka kepada media ini, Selasa (6/10/2020).

Sementara itu, Kanit Reskrim Aipda Syarifuddin mengatakan, ketiga terduga tersangka tersebut belum ditahan lantaran saksi belum diperiksa saat itu.

“Ketiga orang yang diduga tersangka belum ditahan, baru diamankan karena saksi korban yang melihat langsung peristiwa tersebut belum diperiksa. Insya Allah, surat perintah penahanan mulai berlaku besok,” terang Aipda Syarifuddin mengklarifikasi berita sebelumnya, Rabu (7/10/2020).  | Hardiono

Redaksi telah mengoreksi judul dan isi artikel di atas. Mohon maaf dan maklum atas ketidaktepatan sebelumnya.

Disarankan Untuk Anda :