Perusda Maluku, KKT dan Grup Sinarmas Teken MoU Support Blok Masela

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Ambon – Pemerintah daerah Provinsi Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar melakukan terobosan baru dengan menjalin hubungan kerja sama antara pihaknya dan swasta demi mendukung pengoperasian lapangan abadi blok masela di wilayah tersebut.

Pada Rabu, 2 September 2020 kemarin, telah dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Yabes Berkat Propertindo dan PT Panca Karya (Perusahaan Daerah Provinsi Maluku), serta PT Tanimbar Energi Mandiri sebagai Perusahaan Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar di kota Ambon, Maluku.

Baca Juga

PT Yabes Berkat Propertindo, yang diwakili Geri Widjaja (cucu pendiri Sinarmas Grup), hadir dalam pertemuan tersebut dan sekaligus turut menandatangani nota kesepahaman bersama PT Panca Karya dan PT Tanimbar Energi Mandiri yang diwakili direkturnya masing-masing.

Terobosan baru yang dilakukan Pemprov Maluku dan Pemkab Kepulauan Tanimbar ini dianggap sebagai satu langkah maju meski saat ini lahan kilang LNG blok masela masih dalam tahapan survei Amdal.

“Mengenai status proses penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) LNG Abadi, saat ini kami telah menyelesaikan beberapa aktivitas penting, yakni Pengumuman dan Konsultasi Publik, dan mendapatkan persetujuan pemerintah atas dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan (KA Andal),” kata Corporate Communication Manager, Moch N Kurniawan, kepada Simpul Rakyat.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa Grup Sinarmas telah menyerobot lahan kilang LNG blok masela di wilayah desa Lermatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada pertengahan Juli 2020 lalu. Bahkan, hal itu dibenarkan Kepala Perwakilan SKK Migas Papua-Maluku (Pamalu), Rinto Pudiantoro.

Namun, Rinto memastikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, baik pemerintah daerah Provinsi Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Selain itu, kabar pembelian lahan kilang LNG blok masela di Kecamatan Tanimbar selatan, Maluku tersebut telah dibantah oleh Managing Director Sinarmas, Gandi Sulistiyanto.

“Kami tidak memiliki tanah dan tidak berminat di wilayah tersebut,” ujar Gandi, seperti dilansir dari katadata.co.id. (47)

Berita Menarik Lainnya