KPK Dorong Kejati Sulsel Ungkap Indikasi Korupsi Dinas PUPR Jeneponto

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Makassar – Komite Pejuang Kerakyakat (KPK) mendorong Kejati Sulsel dengan melaporkan indikasi Korupsi Dinas PUPR Kabupaten Jeneponto, Rabu (23/9/2020) siang.

Menurut KPK, TA 2019 Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Jeneponto menganggarkan pekerjaan Pembangunan Trotoar Jalan dengan PAGU sebesar Rp1.5 milyar, sesuai dengan rincian DPA DPUPR volume pekerjaan 3 ribu meter dengan harga satuan Rp500 ribu.

Baca Juga

Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Aiy Artha Perdana sebagai pemenang tender atas pekerjaan Pembangunan Trotoar Jalan dengan nilai kontrak sebesar Rp1.316.146.012, – (Satu Milyar Tiga Ratus Enam Belas Juta Seratus Empat Puluh Enam Ribu Dua Belas Rupiah).

Dalam proses pekerjaannya, KPK menyebut adanya indikasi pelanggaran dalam proses pengerjaan proyek tersebut.

“Dengan melihat kondisi dilapangan Volume pekerjaan hanya sekitar ± 1.500 meter atau terjadi pengurangan Volume ± 1.500 meter dari ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran DPUPR TA. 2019,” kata ketua KPK, Kambrin.

“Menurut analisa kami bahwa dengan melihat kondisi di lapangan dengan harga satuan Rp438.715 per meternya hanya menghabiskan Rp648.073.006. (Enam Ratus Empat Puluh Delapan Juta Tujuh Puluh Tiga Ribu Enam Rupiah) dengan Volume di lapangan yang hanya ± 1.500 meter. maka telah terjadi indikasi tindak pidana korupsi yang berpotensi merugikan negara hingga ratusan juta rupiah,” ungkapnya.

Berdasarkan perihal di atas maka KPK mendesak Kajati Sulsel untuk mengusut tuntas dugaan Korupsi di tubuh Dinas PUPR Jeneponto. Hal tersebut terlihat saat penyerahan sejumlah dokumen oleh Jendral Lapangan KPK, Almuhajrin ke pihak Kejati Sulsel. (M Fatwa)

Disarankan Untuk Anda :