BEM FEB Unismuh Makassar Perjuangkan BPP Mahasiswa Dikurangi 50%

  • Whatsapp
Ketua BEM FEB Unismuh Makassar, Sukrianto.

SimpulRakyat.co.id, Makassar – Ketua BEM FEB Unismuh Makassar, Sukrianto cukup prihatin dengan kondisi mahasiswa akibat dampak Covid-19 yang mengakibatkan kondisi ekonomi mahasiswa ikut terdampak.

“Itulah juga menjadi alasan mahasiswa Unismuh mempertanyakan nasibnya di Kampus Biru Universitas Muhammadiyah Makassar tentang pembayaran BPP (Biaya Penyelenggaraan Pendidikan-red) yang akan dibayarkan pada semester depan (semester ganjil),” kata Sukrianto ke media ini, Kamis (25/6).

Baca Juga

Lanjut dikatakan, Covid-19 mulai muncul di Indonesia di awal Maret 2020 lalu, tidak lama setelah itu ditetapkan kasus pertama yang positif covid-19, sehingga diberlakukanlah sistem kuliah daring (online) terhadap mahasiswa.

“Mahasiswa merasa bahwa wajar kalau pembayaran semester selanjutnya dikurangi 50% karena ada penghematan kampus di semester ini, mahasiswa tidak menggunakan beberapa fasilitas yang dianggap biaya penggunaan fasilitas ini bisa dialokasikan untuk menutupi setengah dari pembayaran BPP semester depan,” harap dia.

Sukrianto juga menjelaskan, pihaknya telah membagikan kuesioner dampak Covid-19 yang dialami mahasiswa, dengan melibatkan 752 responden.

“Kami sudah melakukan pengumpulan data terhadap mahasiswa Unismuh Makassar dengan membagikan kuesioner tentang dampak yang dialami karena covid-19. Ini adalah pengambilan sampel dari populasi (jumlah mahasiswa), 752 responden berasal dari mahasiswa dan kami sudah perlihatkan data itu ke pimpinan,” ungkap Sukrianto

Ketua BEM ini juga menepis isu miring atas lembaganya, ia tegaskan lembaga kemahasiswaan tetap konsisten memperjuangkan nasib para mahasiswa.

“Ada yang mengatakan mungkin kami masuk angin atau apa makanya kami diam. Kami tegaskan lembaga kemahasiswaan tidak diam, kami terus mengawal kasus ini sampai ada titik terang,” ucap dia.

Soal tuntutan para mahasiswa, Sukrianto meminta untuk bersabar dan menunggu hasil rapat pimpinan Unismuh Makassar.

“Kami sudah memasukkan tuntutan kepada pimpinan dan jawabannya akan dibahas di rapat pimpinan, kita tunggu saja hasil rapatnya,” terang dia.

Ditanya mengapa tak menempuh jalan demonstrasi, ia mengatakan, di masa pandemi ini, pihaknya memilih mengadvokasi tuntutan mahasiswa dengan langkah yang berbeda dari pola sebelumnya.

“Kami bukannya tidak bisa demonstrasi, tapi kami paham ada beberapa langkah yang bisa kita tempuh untuk menyampaikan pendapat, dan demonstrasi adalah pilihan terakhir,” tutup Sukrianto. (Ismail K)

Disarankan Untuk Anda :