SimpulRakyat.co.id, Jeneponto – Penyaluran bantuan sosial tunai (BST) di beberapa kelurahan yang ada di kabupaten Jeneponto mulai tersalurkan. Salah satunya di Kelurahan Tonrokassi Timur, Kecamatan Tamalatea, dilakukan proses penyaluran BST Tahap Satu yang berlangsung di kantor Kelurahan pada Minggu (17/5) kemarin.

Ditemui di ruang kerjanya pada Senin (18/5) Abdu DL selaku Plt Lurah Tonrokassi Timur, mengatakan bahwa untuk tahap satu, sebanyak 60 KK warganya menerima BST dari Kemensos sebesar Rp600 ribu selama 3 bulan kedepan dan dalam waktu dekat ini.

Sementara itu, kata dia, kemungkinan sisanya sebanyak 80 KK akan bantuan tersebut ada tahap dua. Proses penyaluran BST pun dilakukan oleh Pegawai POS, sementara pemerintah kelurahan hanya memfasilitasi tempat.

“Pihak kami telah melakukan penyetoran data ke Dinsos Kabupaten Jeneponto sebanyak 621 KK se-Kelurahan Tonrokassi Timur. Data tersebut Bersumber dari warga yang terkena dampak dari Covid-19 yang dikumpulkan oleh Kepala Lingkungannya masing-masing dan selanjutnya diserahkan ke Dinsos,” terang Abdu DL.

Meski demikian, ternyata pihak pemerintah kelurahan hanya menerima konfirmasi kuota untuk penerima Bantuan Sosial Tunai dari Dinsos Jeneponto sebanyak 140 KK.

“Itupun nama-nama untuk penerima BST bukan kami yang tentukan dari kelurahan. Dan 195 KK di antaranya, ternyata baru-baru ini terkonfirmasi masuk dalam tambahan BPNT jadi total 325 KK yang telah dapat bantuan dengan 2 jenis bantuan,” jelasnya.

Plt Lurah Abdu DL juga mengaku, akan berupaya semaksimal mungkin agar warganya yang saat ini belum mendapatkan bantuan memperoleh Sembako.

“Saya dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkantibmas bersama dengan Karang Taruna akan berupaya mencari donatur-donatur, bahkan kami sudah berkoordinasi kepada salah satu anggota DPRD dapil Tamalatea-Bontoramba untuk bisa bersama-sama memperjuangkan warganya agar mendapatkan paket Sembako,” tambahnya.

Meski demikian, Plt Lurah ini tak berani berjanji untuk dapat memenuhi bantuan ke seluruh warganya yang terdampak Covid-19.

“Kami tidak Berjanji, tapi akan berusaha bagi warga yang belum muncul namanya pada penerima BST, tetapi sudah memasukkan data artinya berharap, maka kita akan upayakan memberikan paket Sembako,” tutupnya. (Hardiono)