SimpulRakyat.co.id, Saumlaki – Masyarakat kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, resah atas sikap Lanal Saumlaki yang mendatangkan 42 pekerja dari pulau Jawa ke Tanimbar di tengah ancaman wabah virus corona di tanah air.

Masyarakat merasa kalau kebijakan Lanal Saumlaki itu membuka peluang akan potensi penyebaran virus corona di Tanimbar. Pasalnya, 42 orang yang diberangkatkan dari bandara Juanda Surabaya itu, satu diataranya diduga telah terpapar virus corona. Hal itu diketahui saat rombongan pekerja tiba di bandara Patimura Ambon pada hari Sabtu (28/3) kemarin oleh petugas bandara.

“Jangan main-main dengan situasi seperti ini, semua masyarakat Tanimbar hari ini lagi panik dan ketakutan terhadap ancaman virus korona, kok Lanal malah sengaja datangkan orang dari Jawa yang dimana 1 orang dinyatakan positif dan langsung dikarantina di Ambon. Bagaiman kalau teman-temannya sudah terpapar namun virusnya belum bereaksi, kan bisa saja melebar ke yang lain. Saya harap pihak Lanal jangan buat masyarakat tambah panik dan ketakutan.” ujar salah seorang warga Saumlaki yang tidak ingin namanya disebutkan kepada media ini, Minggu 30 Maret 2020.

Dirinya berharap Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Kepulauan Tanimbar segera berkoordinasi dengan pihak Lanal untuk memulangkan para pekerja tersebut yang saat ini berada di Lanal Saumlaki guna menghindari penyebaran virus corona (covid 19) di Kepulauan Tanimbar.

“Kami masyarakat menghimbau agar Tim Penanganan Covid 19 segera berkoordinasi dengan pihak Lanal untuk pulangkan para pekerja itu. Ini demi keselamatan kita bersama. Semoga ke depan para pemangku kepentingan tidak membuat kebijakan yang salah lagi di tengah situasi seperti ini.” Ujar sumber.

Disisi lain, Danlanal Saumlaki, Letkol Laut (P) Hartanto, dalam klarifikasinya pada hari Minggu (29/3) kemarin, mengatakan bahwa 42 pekerja tersebut berangkat dari Bandara Udara Juanda Surabaya dengan tujuan Saumlaki, namun sebelumnya pesawat Lion Air JT890 transit di Bandara Udara Pattimura Ambon.

“Pekerjaan Dermaga TNI AL di Saumlaki berangkat dari Surabaya tujuan Saumlaki transit AMBON berjumlah 42 orang menggunakan pesawat LION kemaren. Saat memasuki bandara juanda mereka sudah melewati screening dan looks bisa terbang ke AMBON. Saat turun di Bandara AMBON, satu orang menunjukkan suhu yang tinggi sehingga ditahan pihak bandara dan didampingi oleh teman dekatnya 1 orang. Setelah memperoleh informasi itu, saya beserta tim Lanal menunggu di Bandara (Mathilda Batlayeri Saumlaki) untuk double screening terhadap 40 orang tersebut serta membantu (pihak) bandara menyemprotkan cairan disinfectant. Setelah selesai screening dan penyemprotan cairan disinfectant, mereka Saya bawa ke posko untuk screening lagi dan pendataan. Selesai dari posko mereka Saya bawa ke Lanal untuk karantina super Ketat Selama 14 Hari ke depan, dan terus menerus Saya observasi setiap hari. Sampai dengan Hari ini kondisi masih normal.” tutur Danlanal dalam klarifikasinya. Minggu, 29 Maret 2020. (**)