Tiru Firli, Masyarakat Anti Korupsi Kepulauan Tanimbar Masak Nasi Goreng di Depan Gedung KPK

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Jakarta – Sekelompok orang yang menamakan dirinya Masyarakat Anti Korupsi Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, melakukan aksi unjuk rasa dengan cara yang berbeda dari aksi unjuk rasa biasanya. Mereka datang dengan sebuah gerobak dan membuat ‘Nasi Goreng’ untuk dibagikan kepada siapa saja di depan gedung KPK, di jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (28/1/2020).

“Kalau pak Firli buat nasi goreng. Kami juga sama, tapi nasi goreng yang kami bawah ini berbeda, ini namanya Nasi Goreng Anti Korupsi dari Kepulauan Tanimbar,” kata koordinator lapangan Rully Aresyaman.

Baca Juga

Sedangkan Sony Ratissa, salah seorang orator aksi mengatakan bahwa tujuan mereka melakukan aksi unjuk rasa berupa teatrikal tersebut berkaitan dengan aksi Ketua KPK Firli Bahuri yang lagi viral saat ini, yaitu membuat ‘Nasi Goreng’.

“Ini (Nasi Goreng) adalah pesan moril yang kami bawah dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar kepada pimpinan KPK. Pesan yang kami ingin sampaikan adalah KPK jangan menggoreng kasus korupsi berlama-lama tetapi tolong perhatikan daerah kami. Para koruptor sedang berpesta pora dengan uang rakyat (APBD) saat ini,” ujar Ratissa.

Dia menambahkan, masyarakat Tanimbar telah dua kali melaporkan dugaan kasus korupsi Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon, ke KPK sejak tahun 2018 lalu namun hingga saat ini belum sama sekali dipanggil untuk diperiksa.

Ratissa berharap, KPK tidak hanya melihat kasus-kasus korupsi di daerah jawa dan sekitarnya saja tetapi juga mampu memperhatikan berbagai kasus korupsi di wilayah Timur Indonesia, khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang menjadi lokasi kilang darat blok masela itu.

“Kami berharap kepada bapak/ibu pimpinan KPK, sesekali jalan-jalanlah ke daerah perbatasan NKRI ini karena di daerah kami hampir sama sekali tidak tersentuh masalah hukum (bagi koruptor),” pinta Sony Ratissa yang juga mantan anggota DPRD 2 periode itu.

Sesuai pantauan media ini di lapangan, baru saja aksi teatrikal itu berjalan beberapa menit, para pengunjuk rasa langsung ditemui bagian humas KPK dan mempersilahkan perwakilannya masuk ke dalam untuk berdialog.

Dalam tuntutannya, mereka mendesak agar KPK segera memanggil dan memeriksa Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon atas dugaan korupsi yang telah dilaporkan. Mereka juga mendesak agar tuntutan mereka tersebut ditindaklanjuti dalam kurun waktu 3×24 jam dengan tujuan agar mencegar kehancuran sistematik pada APBD Tahun Anggaran 2020 yang hingga saat ini belum ditetapkan.

Reporter: Marcel Kalkoy

Disarankan Untuk Anda