Kesimpulan dari Narasumber dalam kegiatan ini, di antaranya, Sartiana sebagai Ketua PD Naisyiyatul Aisyiyah memberikan pandangan bahwa keterlibatan perempuan harus massif dan jangan ada intervensi.

“Terkadang suara perempuan dapat diintervensi dikarenakan merasa dianggap tidak berdaya,” kata dia.

Kabidor DPD IMM Sulsel, Nur Maulana Azis menyampaikan, sebagai generasi milenial harus memiliki karakteristik yang mampu membaca zaman.

“Ketika mau melihat demokrasi itu baik, harus punya kemapanan pikiran, ekonomi dan integritas,” imbuh Nur Maulana Azis.

Rohani selaku Komisioner KPUD Pangkep, memberikan saran kepada generasi milenial agar sebelum memilih calon pemimpin, terlebih dahulu mencari rekam jejak bakal calon (Balon). Rohani juga berpesan agar independensi lembaga tetap terjaga.

“Jadikan lembaga sebagai lembaga pendidikan politik, bukan bagian dari kendaraan politik,” imbau Rohani.

Sementara itu, Ketua Apindo Makassar Muammar Muhayang turut menyampaikan gagasannya, agar para generasi milenial bisa melawan money politik.

“Para putra-putri daerah turut mengambil peranan penting sehingga mampu membawa nama baik daerah, olehnya itu salah satu pekerjaan kita adalah harus memajukan SDM Pangkep,” ujar dia.

Lanjut dikatakan Muammar, konsep bisnis yang diambil dari Alqur’an dengan fokus kepada output terlebih dahulu sebelum memikirkan inputnya.

Acara ini dihadiri para kader IMM se-Kabupaten Pangkep, Naisyiyatul Aisyiah, PDM, Alumni IMM, turut hadir perwakilan dari Polres Pangkep dan utusan-utusan SMA/MA.

Penulis: */Ismail K