SimpulRakyat.co.id, Saumlaki – Dalam rangka menyambut hari ulang tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-74, tanggal, 17 Agustus 2019 dirayakan Desa Lingat dengan lomba baris-berbaris, serta pertunjukan berbagai tari-tarian.

Kades Lingat Meki Baumase saat dikonfirmasi di kediamannya menjelaskan bahwa, HUT Proklamasi selalu dirayakan secara besar-besaran oleh masyarakat, sebagai sala satu wujud nyata, mengenang parah pahlawan asal Desa Lingat yang tela gugur. “Setiap tanggal 17 Agustus dipercayai sebagai hari keramat,” ujarnya.

Dijelaskan juga, pada tahun 1945 silam, sekutu membombardir Herosima dan Nagasaki, bersamaan juga pemboman Desa Lingat, karena diduduki oleh Jepang.

“Akibat dari pembantaian itu, 402 masyarakat sipil tewas, namun tentara Jepang tidak ada yang meninggal,” kata Meki Baumase.

Lanjut dia, pada tahun 1962 seluruh masyarakat Tanimbar Selatan mengikuti upacara 17 Agustus di Saumlaki, masyarakat lingatpun turut menghadiri dengan menumpangi perahu layar sinar selaru milik Nc Coa (pedagang), namun perahu yang digunakan tenggelam pada tangga 16 Agustus di pantai Yebori Selat Egron, korban 49 orang generasi muda saat itu.

“Ada juga seorang anggota TNI asal Desa Lingat yang diperjuangkan menjadi pahlawan, tetapi belum terdaftar, Bapak Matias Laratmase, menurut kami, mereka semua adalah pahlawan. Peristiwa-peristiwa tersebut telah menjadi sejarah bagi masyarakat Desa Lingat,” tutupnnya.

Sekadar diketahui, Desa Lingat, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Jarak dari desa ini ke ibu kota Kabupaten sejauh 100 mill, dengan waktu tempuh 120 menit menggunakan transportasi laut. (AXL T)