SimpulRakyat.co.id, Makassar – Keinginan HA (33) asal Makassar, Sulawesi Selatan, untuk melindungi kekasihnya dari pelecehan berujung petaka.
Alih-alih memberikan pelajaran kepada pelaku pelecehan, HA kini harus berurusan dengan hukum setelah diduga menganiaya HL (49) hingga tewas.
Peristiwa tragis tersebut bermula pada Kamis (19/9/2024) dini hari, saat kekasih HA, yakni S, pulang bekerja dari sebuah kafe di Jalan Nusantara, Makassar, sekitar pukul 01.00 Wita.
Saat berjalan menuju HA yang telah menjemputnya, S tiba-tiba dilecehkan oleh HL yang meraba payudaranya.
Melihat insiden tersebut, HA langsung tersulut emosi. Dia segera mendekati HL dan terlibat cekcok dengan pria tersebut.
“Melihat kejadian tersebut, tersangka menghampiri S dan korban dengan berkata ‘jangan begitu carata bos’. Saat korban berjalan, tersangka langsung memukul korban dengan tangan kanannya, membuat korban jatuh terkapar di atas trotoar,” ungkap Wakapolres Pelabuhan Makassar, Kompol Nurhaeni, dalam konferensi pers pada Jumat (27/9/2024) lalu.
HL sempat dilarikan ke Rumah Sakit Polri Bhayangkara Makassar setelah insiden itu, di mana ia menerima perawatan intensif selama lima hari.
Namun, akibat benturan keras pada tengkorak yang menyebabkan pendarahan otak, HL akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (19/9) pukul 13.30 Wita.
“Korban mengalami luka memar dan patah tulang tengkorak akibat terbentur benda tumpul dengan keras, yang menyebabkan pendarahan otak. Tekanan di dalam rongga kepala menurunkan pasokan oksigen ke otak sehingga terjadi pembengkakan, dan korban meninggal dunia setelah lima hari perawatan,” jelas Nurhaeni.
HA ditangkap pihak kepolisian pada Jumat (20/9/2024) dan kini dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Ancaman hukuman maksimal yang dihadapi HA adalah tujuh tahun penjara.
“Pelaku ditangkap dan dijerat Pasal 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun,” tegas Nurhaeni.
Insiden ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak mengambil tindakan main hakim sendiri meskipun niatnya adalah melindungi orang yang mereka cintai. (*)


Tinggalkan Balasan