SimpulRakyat.co.id, Luwu – Muhammad Rafie Baharuddin, Warga Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan menyampaikan curahan hatinya (curhat) setelah uang yang ia simpan di Bank Sulselbar, raib.

Raibnya uang senilai seratusan juta lebih milik Rafie yang ditabung di Bank Sulselbar bermula pada 20 April lalu, saat itu ia memberikan nomor rekeningnyanya usai mengklik sebuah iklan bersponsor di platform media sosial.

Setelah itu, sekira pukul 15.50 Wita, Rafie membuka akun Mobile Banking Bank Sulselbar miliknya karena merasa ada kejanggalan, namun akun miliknya itu tidak dapat diakses lagi sehingga Rafie kemudian menghubungi call center Bank Sulselbar pada pukul 15.51 Wita.

“Setelah saya yakin Mobile Banking saya dihack, saya telpon Call Center. Saya minta akun saya (mobile banking) diblokir. Nanti setelah saya mendapatkan konfirmasi telah dilakukan pemblokiran, baru saya matikan telponnya. Saya bicara dengan Call Center sekitar 7 menit waktu itu,” kata Raffie kepada wartawan Simpul Rakyat, Selasa (27/6/2023).

Meski menurut Rafie, telah meminta akunnya diblokir, pukul 16.04 Wita, uang yang ditabung Rafie di Rekening Bank Sulselbarnya tetap berangsur-angsur mengalir keluar hingga saldo Rp0. Baik transfer keluar ke akun Ovo, maupun ke rekening bank lain, bahkan ada pula transfer keluar ke rekening sesama Bank Sulselbar.

“Saya sangat menyayangkan ini, karena saya sudah meminta pihak Bank Sulselbar untuk memblokir, setelah Mobile Banking saya dihack, tapi kenapa masih saja saldo yang ada di rekening saya bisa terkuras habis,” tambah Rafie.

Akibat peristiwa tersebut, uang di rekening Bank Sulselbar milik Rafie telah habis, sehingga Rafie mengalami kerugian lebih dari seratus juta rupiah.

Belum lagi kata Rafie, kerugian immateril akibat proses penelusuran Bank Sulselbar dengan SLA penyelesaian sudah lebih dari satu bulan.

Rafie telah melaporkan kejadian ini ke pihak OJK, BI dan SPKT Polda Sulsel. Selain itu, Rafie berencana akan menempuh jalur hukum untuk secepatnya menyelesaikan pengaduan ini.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Pimpinan Cabang Bank SulselBar Balopa, Multasanti Rahim membenarkan jika Rekening korban fishing milik Rafie, dibuka di kantor Cabang Belopa.

“Ia rekening Cabang Belopa, tapi mungkin pas kejadian kemarin, pak Rafienya lagi di Makassar, jadi mungkin langsung ke call center pengaduannya,” kata Multasanti kepada wartawan Simpul Rakyat, Selasa (4/7) siang, saat ditemui di Kantornya.

Multasanti menjelaskan jika ia selaku pimpinan Kantor Cabang Belopa, baru mengetahui adanya kasus Rafie setelah adanya laporan dari Kantor Pusat yang menerangkan bahwa nasabahnya telah menjadi korban fishing.

Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah rekening Rafie diblokir setelah adanya pengaduan Rafie melalui Call Center.

“Kami tidak tahu itu (pemblokiran di rekening Rafie), kami hanya tahu jika ada nasabah yang kena fishing, mengenai prosedurnya, waktunya, pak Rafie sendiri yang punya data. Semua urusan melalui kantor pusat,” tambahnya.

Meski demikian, kata Muktasanti, ia mengupayakan nasabahnya akan mendapat pelayanan yang sesuai prosedur, maksimal, untuk menjaga kepercayaan nasabah. Ia berjanji akan mengawal terus kasus Rafie di tingkat pusat.

“Mediasi yang menjadi wewenang cabang, telah kita lakukan. Jika pak Rafie belum menerima, kita teruskan lagi, karena untuk segala keputusan bukan di cabang semuanya di kantor pusat. Kita akan jembatani nasabah kami dengan kantor pusat sehingga tidak ada yang dirugikan. Semua sama-sama baik lah,” harapnya.

Dengan adanya kasus Rafie, Bank Sulselbar kata Multasanti melakukan sejumlah perbaikan pada keamananya. Sebelumnya, di bank Sulselbar dapat melakukan penggantian sandi Mobile Banking secara online, namun setelah ada kasus tersebut penggantian harus dilakukan di kantor cabang. Sekarang juga ada fitur di Mobile Banking, muncul tulisan hati-hati penipuan.

“Security lebih protect, dulunya masih ada kebijakan, namun setelah ada fishing seperti ini, lebih diprotect lagi data nasabah kami,” terang Multasanti.

Terkahir, Multasanti memberikan sejumlah tips kepada nasabah jika mengalami kasus fishing dengan menghubungi pihak bank untuk memblokir semua akses, matikan perangkat. Jika memungkinkan, lakukan penggantian pasword email.

“Jika memungkinkan datang ke kantor lebih bagus, tetapi sekarang ada by phone, call center bisa langsung. Blokir rekening, blokir ATM bisa, Mobile banking itu sumbernya di rekening, jadi mungkin rekeningnya yang diblokir,” kunci Multasanti.