SimpulRakyat.co.id, Luwu – Pemerintah Kabupaten Luwu secara resmi memutuskan untuk tetap mempertahankan kawasan Hutan Penelitian Simoma di Desa Tembo’e, Kecamatan Larompong Selatan sebagai kawasan hutan lindung dan kawasan penelitian. Sebagai langkah tindak lanjut, rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi yang sempat diusulkan di lokasi tersebut kini dialihkan ke wilayah Ulo-ulo, Desa Belopa, Kecamatan Belopa.
Keputusan strategis ini diambil dalam Rapat Koordinasi persiapan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Luwu, Patahudding, di Aula Rumah Jabatan Bupati Luwu, Rabu (13/05).
Rapat tersebut membahas berbagai hal krusial mulai dari penyelarasan rencana lintas sektor, kesiapan lahan dan perizinan, pengawasan hukum, hingga rencana pengamanan dan ketertiban pada tahap awal operasional sekolah yang nantinya akan memiliki standar bertaraf nasional tersebut.
Sebelumnya, Pemkab Luwu telah mengajukan dua alternatif lokasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan skema pengembangan yang berbeda. Lokasi pertama berada di Desa Tembo’e dengan skema pembangunan baru, sedangkan lokasi kedua berada di Desa Baramamase dengan skema konsolidasi atau penggabungan beberapa sekolah yang sudah ada.
Namun setelah mendalami berbagai aspek, Bupati Luwu, Patahudding, menegaskan bahwa kawasan Hutan Simoma harus tetap dijaga kelestariannya dan tidak boleh dialihfungsikan untuk keperluan lain. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki fungsi vital sebagai hutan penelitian dan kawasan lindung yang menjaga keseimbangan ekosistem daerah.
“Kita harus menjaga hutan ini bersama-sama demi keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang. Kawasan ini memiliki nilai penting secara ekologis dan penelitian, sehingga tidak bisa kita ubah peruntukannya,” tegas Patahudding.
Ia juga meminta seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat pemerintah hingga aktivis lingkungan dan warga sekitar, untuk turut aktif menjaga kawasan tersebut. Hal ini guna mencegah terjadinya penyerobotan lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi merusak lingkungan di kawasan hutan tersebut.
Meskipun memindahkan lokasi pembangunan, Pemerintah Kabupaten Luwu menegaskan tetap memiliki komitmen tinggi untuk mewujudkan keberadaan sekolah bertaraf nasional. Langkah ini diambil demi meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat Kabupaten Luwu.
“Kami berharap ada dukungan dari semua pihak agar mutu dan kualitas pendidikan di Kabupaten Luwu dapat terus meningkat, serta harapan besar masyarakat untuk menghadirkan sekolah bertaraf nasional ini bisa segera terwujud di lokasi yang baru,” lanjutnya.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi daerah dan unsur terkait, antara lain Ketua DPRD Kabupaten Luwu, Ahmad Gazali, Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, Penjabat Sekretaris Daerah Luwu, Muhammad Rudi, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu, Danramil Belopa, Kepala KPH Latimojong, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah dan pemangku kepentingan lainnya.


Tinggalkan Balasan