SimpulRakyat.co.id, Luwu – Wakil Bupati Luwu, Muh Dhevy Bijak Pawindu, meninjau langsung kondisi warga yang terdampak bencana angin kencang di Kelurahan Lamasi, Kecamatan Lamasi, Minggu (2/11/2025) malam.
Cuaca ekstrem disertai hujan deras dan angin kencang itu menyebabkan satu rumah warga roboh dan rusak berat.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang berlangsung sekitar pukul 18.30 Wita tersebut. Namun, satu kepala keluarga harus mengungsi sementara ke rumah kerabat setelah tempat tinggal mereka rusak parah.
Wakil Bupati Dhevy bersama jajaran perangkat daerah datang meninjau langsung lokasi kerusakan sekaligus memberikan dukungan moril dan bantuan logistik kepada keluarga korban.
“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa pasangan suami istri Suriadi dan Santi serta lima anaknya. Pemerintah daerah bersama OPD terkait, terutama Dinas Perkim, akan berupaya membantu proses pembangunan Rumah Layak Huni (RLH),” ujar Dhevy, Rabu (5/11/2025).
Dia menjelaskan, meski pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah penanganan, proses penyaluran bantuan tetap harus melalui tahapan administrasi dan verifikasi data agar tepat sasaran.
“Kita berharap masyarakat bersabar. Pemerintah akan membantu, terutama bagi rumah yang berdiri di atas tanah milik sendiri. Insya Allah setelah verifikasi data oleh Dinas Perkim, akan dibuatkan RAB-nya, kemudian dilanjutkan pembangunan RLH tersebut,” jelas Dhevy.
Dalam kunjungannya, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan sementara kepada keluarga terdampak. Bantuan tersebut meliputi matras, beras, tenda, family kit, kids ware, serta makanan siap saji.
“Insya Allah, pemerintah daerah akan terus hadir membantu masyarakat. Semoga rumah warga bisa segera dibangun kembali dan aktivitas dapat normal seperti sedia kala,” tutup Dhevy.
Wakil Bupati Luwu hadir bersama Plt Kepala Dinas Perkim, Kepala Dinas Sosial, dan Kepala BPBD Kabupaten Luwu. Mereka meninjau langsung titik lokasi kerusakan sambil memastikan langkah-langkah tanggap darurat berjalan sesuai prosedur. (*)


Tinggalkan Balasan