SimpulRakyat.co.id, Makassar – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar menggelar roadshow sosialisasi kebijakan dan regulasi terkait kerukunan umat beragama di 15 kecamatan se-Kota Makassar.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, sejak 14 hingga 16 Juli 2025, dengan melibatkan tokoh lintas agama dari 153 kelurahan.

Ketua FKUB Kota Makassar, Prof Arifuddin Ahmad, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat kota.

“Kami ingin mempererat komunikasi lintas agama dan memperkuat toleransi melalui pemahaman regulasi yang ada. Kerukunan tidak bisa dibiarkan tumbuh alami, ia harus terus dibina dan dirawat,” ujar Arifuddin di Makassar, Kamis (17/7).

Roadshow ini dilaksanakan di enam titik strategis, dimulai dari Kecamatan Mamajang dan berakhir di Kecamatan Tallo. Setiap lokasi menghadirkan tokoh agama, pemuka masyarakat, serta warga dari berbagai latar belakang keyakinan.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini mencakup pemahaman peraturan perundang-undangan tentang kerukunan beragama, serta praktik-praktik toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, Fathur Rahim, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai komunikasi lintas umat beragama penting sebagai fondasi membangun harmoni sosial.

“Moderasi dan komunikasi yang baik akan menjadi pondasi kuat dalam memperkuat toleransi dan menjaga kedamaian di masyarakat. Ini sejalan dengan visi Makassar sebagai kota yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan,” jelas Fathur.

Senada dengan itu, Sekretaris FKUB Makassar, Usman Sofian, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara FKUB, pemerintah, dan masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan Makassar sebagai rumah bersama, tempat semua warga dapat hidup berdampingan secara damai dan saling menghargai,” ujar Usman.

Melalui kegiatan ini, FKUB Makassar berharap nilai-nilai toleransi dan saling menghormati dapat terus dijaga dan ditumbuhkan di tengah kehidupan kota yang majemuk.