SimpulRakyat.co.id, Luwu – Upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Polres Luwu menerima kunjungan asistensi dari Biro SDM Polda Sulawesi Selatan di Aula Tebbakke Tongngenge, Kamis (17/7/2025).
Kunjungan ini dipimpin oleh Kepala Biro SDM Polda Sulsel Kombes Pol Aris Haryanto, bersama Wadir Binmas AKBP Andi Kumara.
Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, menyambut baik kegiatan asistensi ini.
Dia menyampaikan bahwa sinergi antara kepolisian dan pemangku kepentingan lokal menjadi kunci dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya di sektor pertanian jagung.
“Kegiatan ini menjadi pemicu semangat bagi kami untuk terus berkontribusi aktif dalam program ketahanan pangan, sejalan dengan visi besar Polri,” kata Adnan dalam sambutannya.
Dalam paparannya, Kombes Pol Aris menekankan pentingnya peran aktif Polri dalam mendukung ketahanan pangan, terutama pada semester akhir 2024 hingga awal 2025.
Ia mengungkapkan, Polres Luwu memiliki total lahan seluas 219 hektare untuk program ketahanan pangan. Dari jumlah tersebut, sekitar 54,64 hektare telah ditanami, sementara 164,36 hektare masih berupa lahan tidur yang berpotensi dikelola.
“Polri telah menggerakkan hampir 3.000 personel sebagai Polisi Penggerak di seluruh wilayah Sulsel. Peran bhabinkamtibmas menjadi strategis dalam mendampingi kelompok tani dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, mengingat wilayah ini tidak memiliki lahan PTPN,” ujar Aris.
Selain itu, Kombes Pol Aris menyebutkan bahwa Polres Luwu didorong untuk menjalin kemitraan dengan Perhutani dan Dinas Kehutanan. Data Kementerian Kehutanan menunjukkan, potensi lahan kehutanan sosial di Luwu mencapai 905 hektare, dan 219 titik lahan produktif telah teridentifikasi untuk digarap.
Polri menargetkan perluasan lahan produktif secara nasional hingga 1 juta hektare pada 2026.
“Misi kami adalah mengubah lahan tidur menjadi lahan pertanian yang dikelola berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatan produksi jagung,” tegas Aris.
Sementara itu, Wadir Binmas Polda Sulsel AKBP Andi Kumara menyoroti sejumlah tantangan di lapangan, seperti keterbatasan bibit unggul, alsintan, hingga harga beli jagung basah yang masih di bawah standar.
“Kami dorong bhabinkamtibmas untuk menggarap minimal satu hektare lahan tidur baru, bukan lahan yang sudah ditanami. Ini untuk memastikan dampaknya nyata dan terukur bagi masyarakat,” ujar Andi.
Dia juga mendorong peningkatan kapasitas bhabinkamtibmas dalam hal teknik budidaya, penanganan hama, serta manajemen pasca panen agar hasil pertanian memiliki nilai jual yang lebih baik.
Sebagai tindak lanjut, Polres Luwu telah membentuk Gugus Tugas Ketahanan Pangan yang berperan dalam validasi lahan, pendampingan petani, pembinaan kelompok tani, hingga membangun desa binaan dengan sistem satu desa satu hektare lahan produktif.
Kapolres Luwu menegaskan bahwa jajarannya akan terus mengawal pelaksanaan program ini secara konsisten.
“Kami pastikan program ini bukan sekadar seremoni, tetapi harus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” pungkas Adnan. (**)


Tinggalkan Balasan