SimpulRakyat.co.id, Jeneponto – Pemerintahan Bupati Jeneponto Paris Yasir dan Wakil Bupati Islam Iskandar genap memasuki hari ke-99 pada Jumat, 27 Juni 2025, lalu.

Sebuah fase awal yang disebut Wakil Bupati Islam sebagai momentum strategis untuk menanam fondasi kebijakan dan mempercepat program-program prioritas daerah.

Saat menjadi pembina upacara di Lapangan Kantor Bupati Jeneponto, Senin (30/6/2025), Islam Iskandar menyampaikan refleksi atas capaian dan langkah-langkah yang telah dijalankan selama lebih dari tiga bulan memimpin.

“Dalam 99 hari ini, bersama Bupati Paris Yasir, kami memulai konsolidasi internal dan menyusun langkah-langkah percepatan pembangunan, mulai dari infrastruktur, layanan publik, hingga penguatan ekonomi kerakyatan,” ujar Islam di hadapan jajaran ASN dan pejabat daerah.

Wakil Bupati menyebut, sejumlah program telah mulai menyentuh langsung masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kebersihan lingkungan lewat Gerakan Jumat Bersih.

“Alhamdulillah, kondisi kebersihan di wilayah perkotaan sudah menunjukkan hasil yang baik. Ke depan, kami akan perluas gerakan ini hingga tingkat kecamatan,” katanya.

Dia juga mendorong Dinas Lingkungan Hidup untuk menyusun regulasi pelimpahan kewenangan penanganan sampah ke kecamatan.

Di bidang pelayanan publik, akses masyarakat terhadap layanan dasar seperti administrasi kependudukan dan layanan sosial juga mulai dipermudah. Gedung dan akses Dinas Dukcapil serta Dinas Sosial telah dioptimalkan agar lebih ramah masyarakat.

Islam juga menyinggung pentingnya inovasi dalam tata kelola pemerintahan. Empat inovasi pelayanan publik dari Jeneponto tercatat telah lolos seleksi administrasi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian PAN-RB.

Pemerintah Kabupaten Jeneponto, menurut Islam, juga memberi perhatian terhadap pembangunan nilai-nilai keagamaan. Kegiatan Safari Jumat yang rutin digelar disertai dengan penyerahan hibah untuk masjid, menjadi salah satu wujud upaya peningkatan kualitas kehidupan religius masyarakat.

Di sisi lain, sektor ekonomi kerakyatan tak luput dari perhatian. Dukungan terhadap pelaku UMKM terus digencarkan melalui penyelenggaraan Car Free Day sebagai ruang interaksi ekonomi warga. Selain itu, koperasi “Merah Putih” kini telah terbentuk di 113 desa dan kelurahan sebagai wadah pemberdayaan ekonomi lokal.

Tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih menjadi pijakan utama pemerintahan Paris-Islam. Hal itu terbukti dari capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam laporan keuangan daerah.

“Ini adalah buah sinergi seluruh perangkat daerah. Capaian ini harus kita pertahankan,” ujar Islam.

Sementara dalam pembangunan fisik, infrastruktur dasar juga mulai disentuh. Perbaikan jalan sepanjang 20 kilometer dan pengadaan enam unit mobil pemadam kebakaran menjadi bagian dari langkah awal membenahi fasilitas publik.

Selain itu, pemanfaatan Waduk Kareloe untuk pertanian juga mulai menunjukkan hasil dalam peningkatan produktivitas lahan.

Menutup amanatnya, Islam Iskandar menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras selama 99 hari masa kerja pemerintahan baru ini. Ia menegaskan bahwa capaian-capaian awal ini adalah pijakan untuk mewujudkan visi besar: Jeneponto Bahagia.

“Capaian 99 hari ini bukan akhir, melainkan awal dari sebuah ikhtiar panjang membangun Jeneponto. Mari kita terus bersinergi, mendengarkan rakyat, dan menghadirkan perubahan yang dirasakan nyata oleh masyarakat,” pungkasnya.