SimpulRakyat.co.id, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Aliyah Mustika Ilham mewakili Wali Kota Munafri Arifuddin dalam forum internasional International Training Workshop on Smart Cities in Asia and the Pacific yang digelar di Kota Kobe, Jepang.

Kehadiran Aliyah dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh United Nations Centre for Regional Development (UNCRD) dan Kementerian Infrastruktur Jepang itu menjadi representasi penting bagi Kota Makassar, yang mendapat kehormatan diundang secara khusus bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk mewakili Indonesia.

“Terima kasih kepada UNCRD dan Pemerintah Jepang atas undangan ini. Forum ini sangat berharga untuk Kota Makassar dalam memperkaya perspektif serta menyerap inovasi dalam penanggulangan bencana berbasis teknologi,” ujar Aliyah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/5/2025).

Menurut dia, forum ini menjadi ruang strategis untuk berbagi praktik baik antarkota di kawasan Asia Pasifik dalam membangun sistem kota yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Aliyah didampingi oleh Kepala Pelaksana BPBD Makassar Achmad Hendra Hakamuddin dan Kepala Bagian Kerja Sama Kota Makassar A Zulfitra Dianta.

Salah satu topik utama dalam forum tersebut adalah pemanfaatan teknologi deteksi dini untuk pengelolaan risiko bencana. Salah satunya diperkenalkan oleh Nihon Suido Ltd., yang menggunakan sensor canggih untuk mengukur tingkat sedimentasi di saluran air. Teknologi ini dinilai mampu mempermudah langkah-langkah pencegahan banjir melalui pembersihan saluran secara tepat waktu dan terukur.

Selama tiga hari kegiatan, para peserta dijadwalkan mengunjungi Disaster Reduction and Human Renovation Institution (DRI), sebuah pusat edukasi kebencanaan di Jepang yang menyasar anak-anak, pemuda, hingga masyarakat umum dalam membangun budaya siaga bencana sejak dini.

Keterlibatan Kota Makassar dalam forum ini menjadi penegas komitmen pemerintah kota untuk terus memperkuat ketangguhan wilayah terhadap bencana melalui kolaborasi internasional dan penerapan teknologi mutakhir.

“Ini adalah langkah kecil tapi penting menuju Makassar yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan,” tutur Aliyah.