SimpulRakyat.co.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar resmi menaikkan tunjangan kinerja (tukin) bagi guru dan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di wilayah kepulauan, khususnya di pulau-pulau terluar dan menengah.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka yang bertugas di tengah tantangan geografis dan keterbatasan sarana.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan, sudah saatnya para abdi negara yang bekerja di pulau mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Ia menyebut mereka sebagai garda terdepan dalam membangun masa depan bangsa.
“Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga kesehatan dan mencerdaskan generasi, meski harus menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan sarana,” kata Munafri di Makassar, Kamis (30/5/2025).
Sebagai bentuk penghargaan, Pemkot Makassar akan memberikan tunjangan tambahan sebesar Rp2,5 juta per bulan kepada guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di pulau-pulau terluar seperti Pulau Langkai, Pulau Lanjukkang, Pulau Lumu-Lumu, dan Pulau Bone Tambu.
Sementara itu, bagi mereka yang bertugas di pulau-pulau yang lebih dekat, seperti Pulau Kodingareng, Pulau Barrang Caddi, dan Pulau Barrang Lompo, tunjangan yang diberikan sebesar Rp1,5 juta per bulan.
Menurut Munafri, kebijakan ini tak hanya berfokus pada tunjangan, tetapi juga mencakup penyediaan fasilitas pendukung, seperti transportasi laut khusus bagi para pegawai.
“Kita melihat paling pertama adalah, lokasinya harus menyeberang laut dan sebagainya. Karena itu, kita juga akan menyediakan transportasi khusus untuk mereka, agar dalam proses bolak-balik tidak mengeluarkan biaya sendiri,” jelasnya.
Dia menegaskan, perhatian terhadap wilayah kepulauan menjadi bagian dari komitmen Pemkot untuk mewujudkan pemerataan pembangunan. Dalam beberapa bulan terakhir, Munafri telah mengunjungi tujuh pulau, baik yang berjarak dekat maupun pulau terluar, untuk melihat langsung kondisi dan kebutuhan warga.
Ke depan, Pemkot Makassar juga berencana membenahi infrastruktur pendukung di wilayah kepulauan, mulai dari pembangunan dermaga, pengadaan kapal transportasi, hingga pemberian bantuan pendidikan untuk siswa dan mahasiswa asal pulau.
“Kami percaya, akses yang merata terhadap layanan dasar dan pendidikan yang layak adalah kunci untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh warga, termasuk mereka yang tinggal di pulau-pulau,” tutur Munafri.


Tinggalkan Balasan