SimpulRakyat.co.id, Makassar – Warga Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Kecamatan Tamalanrea, Makassar, dikejutkan oleh penemuan tragis seorang mahasiswi berinisial CP (22) yang ditemukan tewas tergantung di kamar tidurnya pada Rabu (30/10) sekitar pukul 14.00 Wita.

CP ditemukan dalam kondisi yang sudah membusuk setelah tidak terlihat keluar kamar selama beberapa hari. Penemuan ini pertama kali diketahui oleh kakaknya, GD (25), yang curiga karena CP tidak keluar kamar dan tercium aroma tidak sedap dari dalam rumah.

Kapolsek Tamalanrea, Kompol Muhammad Yusuf Mattara, mengonfirmasi kejadian tersebut kepada wartawan pada Jumat (1/11/2024).

“Jasad korban tergantung di belakang pintu kamarnya dalam keadaan sudah membusuk,” ujar Yusuf, memperkirakan korban telah meninggal selama sekitar empat hari sebelum ditemukan.

Peristiwa ini berawal saat GD, kakak korban, mulai khawatir ketika adiknya tidak keluar kamar. Saat menuju dapur, GD mencium bau menyengat yang awalnya dikira berasal dari bangkai tikus.

Setelah memeriksa seluruh rumah tanpa menemukan sumber bau, ia menduga bau tersebut berasal dari dalam kamar adiknya. Dengan perasaan was-was, GD terus memanggil nama adiknya, namun tidak ada respons. Akhirnya, ia mendobrak pintu dan mendapati tubuh CP menghalangi pintu, terlihat darah dari celah pintu.

Kaget dan panik, GD langsung menghubungi sepupunya untuk meminta bantuan. Pihak kepolisian kemudian tiba di lokasi dan mengamankan barang bukti berupa handphone dan laptop milik korban untuk penyelidikan lebih lanjut. Namun, keluarga korban menolak dilakukan autopsi, sehingga setelah pemeriksaan luar oleh tim dokter kepolisian, jenazah diserahkan kepada keluarga.

Kapolsek Tamalanrea juga menyampaikan bahwa CP dikenal menutup diri dari keluarga maupun teman-temannya dalam beberapa minggu terakhir dan tidak pernah keluar rumah atau bertemu teman. Sikap ini, menurut Yusuf, membuat kepergian CP semakin tragis dan menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat.

Disclaimer:

Artikel ini tidak dimaksudkan untuk mendorong tindakan serupa. Jika Anda mengalami gejala depresi atau memiliki pemikiran untuk bunuh diri, segera cari bantuan dari pihak yang kompeten, seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental.