SimpulRakyat.co.id, Jeneponto – Setelah terbentuknya alat kelengkapan dewan (AKD), Komisi III DPRD Kabupaten Jeneponto bergerak cepat dengan meninjau langsung proyek Bendungan Kelara Kareloe, Rabu (15/10/2024).

Peninjauan ini dipimpin Ketua Komisi III Anwar Jaya, didampingi Wakil Ketua Komisi H. Mustapa Yusuf atau H. Rola, Sekretaris Komisi Arianto, anggota Bakri Nakkku, dan tim sekretariat DPRD Jeneponto.

Wakil Ketua Komisi III, H Rola, mengungkapkan bahwa peninjauan ini dilakukan karena pembangunan proyek bendungan tersebut berjalan lambat dan baru mencapai 15 persen.

“Kami melihat progres pengerjaan baru sekitar 15 persen. Padahal, targetnya harus rampung pada Desember 2024,” ujar H Rola kepada wartawan.

Temuan: Proyek Lambat Karena Kurangnya Pekerja

Komisi III mengidentifikasi bahwa lambatnya pengerjaan proyek disebabkan minimnya jumlah tenaga kerja. Mereka menilai perlu ada tambahan pekerja untuk mempercepat proses konstruksi agar sesuai dengan target waktu.

“Pekerjaan kurang cepat karena minim pekerja. Sementara, proyek ini harus selesai pada Desember,” tegas Rola.

Koordinasi dengan Balai Besar Pompengan

Setelah melakukan peninjauan, Komisi III DPRD Jeneponto langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Pompengan di Makassar untuk mendesak penambahan pekerja.

“Kami segera berangkat ke Makassar dan meminta Balai Besar Pompengan menambah pekerja, agar proyek selesai tepat waktu,” jelas Rola.

Komitmen untuk Kepentingan Rakyat

Rola menegaskan bahwa Komisi III DPRD Jeneponto akan terus memperjuangkan kepentingan rakyat dan memastikan setiap proyek strategis berjalan sesuai jadwal.

“Kami berkomitmen untuk bekerja demi kepentingan rakyat. Ini adalah tugas dan tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat,” pungkasnya.

Proyek Bendungan Kelara Kareloe ini diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan sumber daya air di Jeneponto dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di sektor pertanian dan irigasi. (**)