SimpulRakyat.co.id, Takalar – Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar (Hipermata) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Takalar pada Senin (26/8/2024), bertepatan dengan pelantikan Anggota DPRD Takalar yang baru.

Dalam aksi tersebut, mereka mengusung spanduk bertuliskan “Takalar Krisis Pendidikan” sebagai bentuk protes terhadap kondisi pendidikan di daerah tersebut.

Ketua PB Hipermata, Muhammad Nasrum, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan langkah awal untuk memberikan tugas pertama kepada anggota DPRD Takalar yang baru dilantik.

“Kami menuntut DPRD yang baru dilantik untuk segera memperjuangkan renovasi Asrama 1 Bajik Ateka yang kondisinya sudah memprihatinkan,” tegas Nasrum.

Selain itu, mahasiswa juga mendesak agar para wakil rakyat memperjuangkan beasiswa bagi mahasiswa asal Takalar.

“Kami ingin mereka memperjuangkan beasiswa yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa Takalar untuk menyelesaikan studi mereka,” tambahnya.

Aksi yang diwarnai dengan orasi dan pembakaran ban ini akhirnya menarik perhatian tiga anggota DPRD Takalar—Ahmad Sabang (Nasdem), Syamsuddin Serang (PDIP), dan Muhammad Ibrahim Bakri (PKS)—yang kemudian menemui para mahasiswa untuk melakukan audiensi.

Proses audiensi berlangsung cukup sengit dengan perdebatan antara mahasiswa dan anggota DPRD mengenai isu-isu yang diangkat.

Namun, di akhir pertemuan, ketiga anggota DPRD tersebut sepakat untuk menindaklanjuti tuntutan mahasiswa terkait renovasi asrama dan beasiswa.

Aksi ini menjadi pengingat bahwa mahasiswa Takalar siap mengawal kebijakan dan menuntut perhatian lebih terhadap sektor pendidikan di daerah mereka. (*)