SimpulRakyat.co.id, Makassar -Mahasiswa yang tergabung dari Koalisi Lintas Lembaga kembali menggelar aksi unjuk rasa di Balai Prasarana Permukiman Kementerian PUPR Wilayah Makassar, Kamis (29/02/2024).

Puluhan mahasiswa tersebut mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak Balai, sehingga para demonstran memanjat pagar kantor tersebut, dan akhirnya pihak Balai meminta perwakilan dua orang.

Namun, para pengunjukrasa merasa kecewa lantaran yang akan menemui mereka ternyata dinilai bukan yang berkapasitas, yakni pihak Satker, PPK serta rekanan.

Diketahui, aksi demonstrasi dilakukan sebab adanya dugaan tindak pidana korupsi pada proyek Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang menelan anggaran puluhan milliar dari Satker Pelaksana Prasarana Permukiman Wilayah I Sulsel.

Jenderal lapangan, Hendrik menilai bahwa pengerjaan proyek SPAM Curio memang patut diduga kuat adanya dugaan kangkalikong pihak Satker, PPK dan rekanan.

“Sudah dua kali kami melakukan aksi di kantor ini, tapi tak sekalipun pihak terkait hadir,” kata Hendrik.

Sementara Saddam mengatakan, setelah melakukan aksi di Balai, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Lintas Lembaga tersebut melakukan aksi di depan Kejati Sulsel untuk mempertanyakan surat pelaporannya.

“Aksi kami di Kejati Sulsel guna mengawal laporan yang telah kami masukkan. Alhamdulillah tadi kami ditemui langsung oleh Pak Sutarmi, Kasi Penkum Kejati Sulsel dan ia mengatakan, pihaknya segera akan menindaklanjuti laporan teman-teman koalisi lintas lembaga,” terang Saddam. (*)