SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Pemerhati Pertanian, Awi Raja Ampat aktif mengadakan Demplok di 9 Kecamatan, Kabupaten Pangkep.

Pada rutinitas ini, Awi menggunakan pupuk super tani Indonesia (STI), merupakan pupuk anorganik yang resmi dan E-Katalok Nasional.

Hasil pertanian menggunakan pupuk super tani Indonesia (STI) di Kabupaten Pangkep. (Foto: Ist).

Kepada media ini, Awi mengaku perkembangan padi yang telah didemplok hasilnya luar biasa dan meringankan biaya para petani. STI ini, kata Awi, salah satu solusi bagi petani menyikapi kelangkaan pupuk.

“Soal kelangkaan pupuk sekarang ini dengan hadirnya STI perbandingan jika satu hektar biasanya petani memakai 8 karung pupuk urea, tapi dengan STI cukup 4 karung urea ditambah 2 karung STI dengan berat 25 kg/perkarung,” ulas Awi saat ditemui di Pangkajene, Minggu (29/1/2023).

Sementara itu, salah satu ketua kelompok tani di Desa Panaikan, Basri mengatakan, pihaknya merasa puas atas penggunaan pupuk tersebut.

“Saya merasa sangat puas dengan hasil padi saya, padahal lokasi sawah saya sempat terendam air saat banjir melanda di daerah ini, tapi alhmdulillah sepertinya tidak terlalu berpengaruh dengan kondisi padi saya sekarang ini,” ujarnya.