SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Kapal Perintis KM Amukti Palapa dan Kapal Perintis Sabuk Nusantara 66 yang melayani pelayaran antar pulau di wilayah kepulauan terluar kabupaten Pangkep, menuai kecaman dari warga pulau.

Pasalnya, penghentian pengoperasian kapal dilaksanakan secara bersamaan yang berakibat berhentinya pelayanan pelayaran bagi masyarakat pulau Pangkep. Diketahui, kapal tersebut tidak didocking secara bersamaan, melainkan tetap menunggu jadwal docking masing-masing.

“Seharusnya proses penghentian pengoperasian tidak dilaksanakan secara bersamaan karena jadwal docking-nya juga berbeda dan menunggu antrian,” kata salah satu tokoh masyarakat asal Liukang Tangaya, Muhammad Ramli melalui keterangan tertulisnya ke media ini, Minggu (23/10).

Muhammad Ramli. (Foto: Ist).

Lanjut Ramli meminta kepada Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Ditlala) agar dilakukan percepatan jadwal docking untuk kapal tersebut.

Selain itu, dia berharap kedepan saat kapal yang melayani masyarakat pulau berhenti beroperasi, Ditlala dan pihak lainnya menyediakan kapal pengganti yang melayani rute-rute sebelumnya dengan kriteria kapal layak dan nyaman.

“Bukan kapal cargo yang disediakan karena mengakibatkan penumpang berdesak-desakan dan berpotensi terjadi bahaya bagi penumpang,” tutup Ramli-pemuda yang akrab disapa anak pulau tersebut.