SimpulRakyat.co.id, Luwu – Berbagai lapisan masyarakat dari sejumlah organisasi, hingga tokoh pemuda Kabupaten Luwu layangkan protes terhadap perusahaan di Kecamatan Bua, yang telah mempekerjakan warga negara asing (WNA).
Ketua Forum Pemuda Pemantau Kinerja Eksekutif dan Legislatif (FP2KEL), Ismail Ishak mengatakan, harusnya WNA yang dipekerjakan adalah benar-benar tenaga ahli, yang tidak dimiliki Kabupaten Luwu.

“Di Luwu sarjananya melimpah, tenaga ahli pun begitu, harusnya memprioritaskan anak daerah. Jangan langsung beralibi kalau di Luwu tidak punya tenaga ahli. Apakah pernah perusahaan itu bikin pengumuman kalau mereka butuh tenaga ahli yang dikerjakan WNA itu saat ini?,” tanya Ismail.
Baca Juga: Puluhan WNA China Disebut Bekerja di Perusahaan Besar, Kecamatan Bua
“Sangat kita sayangkan jika ternyata BMS mempekerjakan WNA sekalipun sebagai tenaga yang dipekerjakan oleh pihak yang bermitra dengan BMS. Seharusnya BMS bisa menegur dan memutuskan kontrak dengan pihak yang mempekerjakan WNA yang begitu banyak, sementara apalagi jika pekerjaan yang dikerjakan tidak membutuhkan keahlian khusus, saya dengar ada yang hanya jadi koki, memangnya di Luwu tidak ada koki,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah Tokoh Pemuda Kabupaten Luwu, Ismail Wahid juga ikut angkat bicara.
“Bagi kami ini telah menyalahi semangat dan komitmen pak JK. Ketika berkunjung ke BMS, beliau sangat jelas mewartakan ke publik bahwa BMS hadir untuk memperjuangkan para tenaga lokal agar diprioritaskan untuk bekerja, tetapi jika ini terjadi sungguh ini sangat ironi, dan melabrak batasan rasional kita ternyata BMS sangat inkosistensi terhadap menyerap pekerja tenaga lokal. Saya kira publik bisa melihat bagaimana BMS hadir di Luwu, belum apa-apa sudah seperti ini,” tegas Ismail Wahid.

Dari kalangan mahasiswa, Ketua IPMIL Komisariat Larompong, Ary Nugraha Putra protes, menyayangkan banyaknya WNA asing yang bekerja pada perusahaan di Bua tersebut. Sejatinya kata Ary, dengan adanya perusahan dalam suatu daerah adalah untuk mengurangi pengangguran dan angka kemisikinan.
“PT Bumi Mineral Sulawesi atau BMS merupakan salah satu unit bisnis yang bergerak di bidang proyek smelter ferro nickel yang berada di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu. Namun beredar berita bahwa diduga perusahan di kecamatan Bua, telah mempekerjakan orang asing yang menurut informasi ada puluhan WNA China yang tinggal di Mess perusahaan PT BMS tersebut. Kami sungguh menyesalkan atas berita tersebut, jika dibiarkan orang asing bekerja dan mayoritas orang asing bekerja dalam suatu perusahaan, bagaimana dengan nasib anak pribumi,” kata Ary.
Baca Juga: Kantongi Visa Kunjungan, WNA China Bekerja pada Perusahaan di Kecamatan Bua
Ia melanjutkan, harusnya PT Bumi Mineral Sulawesi atau BMS bersikap adil kepada masyarkat Luwu dan membuka peluang kerja kepada masyarakat Luwu sebesar-besarnya untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.
“Sudah jelas dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah menjelaskan tentang mempekerjakan masyarakat lokal atau tenaga kerja lokal,” kunci Ary.
Sebelumnya, diberitakan jika 24 WNA asal China bekerja dan tinggal di wilayah proyek pembangunan pabrik di PT BMS (Bumi Mineral Sulawesi).
“24 warga negara asing (WNA) yang bekerja di Kecamatan Bua adalah karyawan pemasok alat dan bahan untuk pembangunan pabrik PT BMS,” kata Kaban Kesbangpol Kabupaten Luwu, H Kamal, pada Rabu, 21 September 2022.
Namun, Site Manager PT BMS, Zulkarnain menampik jika WNA asal China tersebut merupakan karyawannya melainkan karyawan mitra PT BMS.
“Karyawan Perusahan kerjasama BMS,” katanya melalui pesan WhatsApp kepada Reporter SimpulRakyat.co.id, saat dikonfirmasi pada Rabu, 21 September lalu.


Tinggalkan Balasan