SimpulRakyat.co.id, Luwu – Setelah mendapatkan protes keras dari Brigade Muslim Indonesia, dan sejumlah pemerhati agama di Luwu, kini pimpinan daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Luwu, angkat bicara soal penampilan waria seksi di acara Gerak Jalan HUT ke-77 RI di Luwu.

Melalui wawancara singkat via telepon, Ketua PDM Kabupaten Luwu, Alimin mengatakan jika ia tidak setuju dengan adanya ruang yang diberikan pada waria oleh panitia kegiatan karena hal ini sudah nyata dilaknat oleh Allah.

“Saya tidak setuju karena berdasarkan syariat. Saya berharap tahun depan tidak ada lagi penampilan waria pada rangkaian kegiatan HUT RI, apalagi saya dengar dari salah seorang tetangga yang pulang nonton sepertinya mereka ini sekedar dieksploitasi karena yang orang tunggu memang ini waria karena dianggap menghibur,” tegasnya, Kamis (18/8) pagi.

Berbeda pendapat dengan PDM Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Luwu, Nazaruddin Bin A, saat dikonfirmasi via telepon mengatakan, hal ini masih terjadi silang pendapat diantara para ulama, ada yang membolehkan ada yang tidak membolehkan.

”Saya sebenarnya kemarin tidak melihat, tapi menurut saya jika itu hanya turut berpartisipasi itu tak mengapa yang penting mereka tidak campur perempuan,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi, koordinator pelaksana penyelenggara gerak jalan pada HUT RI ke 77 di Belopa, Hasbullah Bin Mush saat dikonfirmasi dengan tegas menyebut pihaknya juga baru mengetahui jika ditunggangi kelompok waria yang berpenampilan seksi. Pasalnya kelompok tersebut tidak pernah melakukan pendaftaran ke panitia penyelenggara.

“Baru juga tadi saya tau kalau ada peserta waria karena di list pendaftaran tidak ada,” singkatnya, Rabu, 17 Agustus kemarin

Untuk diketahui, kegiatan gerak jalan diselenggarakan selama 2 hari, tanggal 16 dan 17 Agustus. Diikuti peserta dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), organisasi, instansi pemerintah dan umum.