SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi asal Pulau Pamantauang yang dinakhodai Supriadi (40) bersama enam orang Anak Buah Kapal (ABK), berpenumpang 35 orang mengalami laka laut di antara perairan Pulau Kalukalukuang-Pulau Pamantauang, Kecamatan Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkep, Kamis malam (26/5/2022).

Diketahui, kapal tersebut berangkat dari pelabuhan Paotere, Kota Makassar, menuju pulau Pamantauang, Desa Pammas, pada Rabu sore (25/6).

Ciri-ciri KM Ladang Pertiwi tersebut berwarna kuning bagian kamar, sementara  bagian bodi berwarna abu-abu. Kapal tersebut diketahui bermuatan bahan material bangunan, berupa semen dan kerikil serta barang campuran untuk keperluan sehari-hari.

Korban yang selamat dalam Laka Laut KM Ladang Pertiwi. (Foto: Faried/SimpulRakyat.co.id).

Berdasarkan informasi yang dihimpun SimpulRakyat.co.id, melalui pesan suara salah satu penumpang KM Ladang Pertiwi yang selamat, Mama Safira menjelaskan, jika dirinya bersama enam temannya berhasil diselamatkan kapal PD TW 0528 0330 H TB Sabang 25 yang menuju Banjarmasin. Ia juga menyampaikan bahwa korban yang lain dengan jumlah 10 orang juga terselamatkan.

“Saya mamanya Safira, saya menumpang di KM Ladang Pertiwi, kami tenggelam. Saya diselamatkan kapal yang menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan bersama Paida, Rahmatullah dan yang lainnya, ada juga yang diselamatkan oleh kapal dengan jumlah 10 orang, tapi saya tidak tahu siapa,” beber dia ke media ini, Sabtu (28/5/2022).

“Kemarin kapal yang menyelamatkan saya sempat komunikasi menggunakan kontek dengan kapal yang menemukan korban yang lain, tapi tidak diketahui nama-namanya. Tapi, itu kapal yang menyelamatkan korban dengan jumlah 10 orang kapal dari Banjar Masing menuju Kendari, tapi korban diturunkan di Kabupaten Jeneponto, yang selamat, Saya, Husni, Paida, Rahmatullah, Iba (Masalima) dan 3 orang Makassar,” tambahnya.

Proses evakuasi korban Laka Laut KM Ladang Pertiwi. (Foto: Faried/SimpulRakyat.co.id).

Lanjut diterangkan, KM Ladang Pertiwi tenggelam sekitar 10 mil dari Pulau Pamantauang, dimana pulau tersebut saat itu sudah terlihat, namun mesin kapal kehabisan bahan bakar.

“Kapal ini tenggelam sekitar 10 mil dari Pamantauang, Pulau Pamantauang sudah nampak, mesin kapal mati karena kehabisan bahan bakar dan alkom (pompa air-red) juga mati karena tidak diperiksa. Saat tenggelam ada penumpang lain 3 orang menggunakan gabus,” terangnya.

“Sebelum tenggelam, kami sempat hanyut ke arah Pulau Kalukalukuang, tapi tidak jalan mesin dan lama sekali diombang-ambing ombak karena cuaca ekstrim, itu mesin diisi bahan bakar, tapi tetap tidak mau bunyi, kami dihantam ombak satu kali tapi belum tenggelam dan dihantam lagi ke dua kalinya kapal langsung tenggelam,” imbuhnya.

“Saya serta penumpang lain langsung berenang mencari alat bantu berupa rakit dan pelampung dan kami semua hanyut berpencar ke arah Kalukalukuang. Subuh Jumat kami terselamatkan, penumpang yang tidak keluar dari kapal tidak mungkin tidak selamat,” pungkasnya.

Berikut nama-nama ABK dan penumpang KM Ladang Pertiwi:

ABK KM Ladang Pertiwi:

Juragan Supriadi (4),  ABK Mahpud (30), Abdullah (30), Ardi (28), Muslimin (40), Suparman (50), Hilal (30).

Penumpang Tujuan Pulau Pamantauang:

Nasra, Iwan, A Tima, AM Alip, Linang, Immi, Saripa, Hasana, Aco, Dani, Hawa, Damra, Canang, AM Paeda, Ila, Ika, AM Juha, AM Dewi, Tulla, Halilul Rahman, Sappewali, Wati dan tiga orang anak kecil.

Penumpang Tujuan Pulau Masalima:

Thoibatussibhan, Hasni dan Hj Hajarah.

Penumpang Tujuan  Pulau Salirian:

Musdalifah, Husni, Naharuddin, Ibu Rahma, Panji dan Liah.

Penumpang Tujuan Pulau Pamalikan:

Slfiah, Nama’ dan Marhamah.

Sekadar diketahui, hingga saat ini Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar bersama Tim Rescue KPP Makassar, Syahbandar Makassar, dan nelayan setempat masih melakukan operasi SAR.

Reporter: Faried
Editor: Sukma Paramita