SimpulRakyat.co.id, Luwu – Puluhan massa aksi menggelar unjuk rasa (Unras) di depan kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Luwu, Senin (4/4) sore.

Massa aksi yang berasal dari desa Basse Sang Tempe (Bastem) memprotes penyelenggaraan pemilihan kepala desa serentak yang dianggap bermasalah pada 24 Maret lalu.

“Adapun dalam perhelatan pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Luwu tanggal 24 Maret 2022 yang seharusnya dilaksanakan baik berdasarkan asas luber dan jurdil justru gagal dengan banyaknya suara yang tidak sah akibat tidak adanya keseragam pemahaman panitia pemilihan desa terhadap tahapan dan proses pelaksanaan pilkades di desa, Kertas suara yang hanya dibungkus kantong plastic merah bukan berada dalam kotak suara,” kata Damianto, Jendral Lapangan.

Para demonstran yang berorasi secara bergantian menggunakan pengeras suara, kemudian meminta Bupati Luwu untuk mencopot kepala dinas DPMD.

“Mendesak Pemerintah Kabupaten Luwu untuk melakukan Pilkades ulang di Desa Tede, Desa Tallang Bulawan dan desa lainnya yang jumlah suara tidak sah warga desa mendominasi dalam pilkades serentak tanggal 24 Maret 2022. Copot Kepala Dinas DPMD Kabupaten Luwu dan Camat Basse Sangtempe Utara yang gagal melaksanakan pilkades dengan baik, bersih dan bermartabat. Mendesak Polres Luwu untuk mengusut Tuntas Penggunaan Anggaran Pemilihan Desa yang bersumber dari APBD dan APB Desa,” kuncinya.

Setelah menyampaikan aspirasinya sekira 40 menit, para demonstran kemudian menempelkan tulisan “disegel” di depan kantor DPMD Luwu. menggunakan kendaraan bak terbuka, selanjutnya berpindah menuju kantor DPRD Kabupaten Luwu, untuk menyampaikan tuntutan yang sama.

Sementara itu, Kepala Dinas DPMPD Kabupaten Luwu, H. Bustam saat dikonfirmasi menyebutkan jika proses Pilkades serentak masih melalui sejumlah tahapan. Saat ini pihaknya masih mengerjakan sejumlah administrasi sebelum melakukan pelantikan kepada kepala desa terpilih.

“Kita sudah anggap selesai administrasi, beberapa yang mengusulkan sanggahan, itu masih ada satu, desa Tede. Terkait pelantikan kami koordinasi dengan pimpinan, apakah didalam atau diluar bulan puasa, persiapan administrasi, belum rampung, berita acara menetapkan calon dari BPD yang menetapkan calon terpilih belum sepenuhnya kami terima,” kuncinya.

Reporter: M Fatwa
Editor: Ahmad