SimpulRakyat.co.id, Makassar – Hingga saat ini isu HIV dan AIDS tidak bisa diabaikan, sekalipun negeri ini diterpa isu pandemi corona virus. Diketahui, bukan hanya pemerintah saja yang bekerja keras dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS, namun juga seluruh element masyarakat yang tergabung dalam Non-Governmental Organization (NGO) turut bekerja keras dalam upaya penanggulangan dan pencegahan.

Melalui sesi perbincangan yang bertajuk “Bicarata” (Bincang Cerdas Seputar Kesehatan) melalui akun Live Instagram Yayasan Mitra Husada (YMH), mengusung tema “Tantangan Three Zero dalam penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia”, Jumat (21/1) kemarin.

Kegiatan ini dipandu Ibnul Aljauzi Amri sebagai host turut mengundang ketua YMH Bapak Prof Arlin Adam, S.KM., M.Si yang sekaligus menjadi narasumber.

Pada perbincangan tersebut, Narasumber menjelaskan tentang Three Zero HIV dan AIDS beserta tantangannya.

Prof Arlin Adam mengukapkan, terdapat tiga aspek yang disampaikan oleh pembicara terkait dengan Three Zero.

“Aspek pertama adalah tidak ada lagi angka kematian baru pada ODHA, tidak ada lagi angka baru dalam penularan dan tidak terjadi lagi perlakuan diskriminasi terhadap ODHA,” ungkapnya.

Lanjut Prof Arlin juga menyoroti tentang adanya ketimpangan program baik dalam skala nasional ataupun skala regional, sehingga informasi tidak begitu merata dan maksimal. salah satunya adalah pemerataan program pencegahan HIV dan AIDS di semua sektor.

“Program yang sedang dijalankan saat ini hanya berfokus pada area perkotaan saja, program tidak sepenuhnya menyentuh area pedalaman termasuk pedesaan dan kepulauan yang terpencil,” tambah Prof Arlin.

Selain itu, Prof Arlin juga mengakatan, pelayanan kesehatan yang bersifat administratif. Masih ada ODHA yang mengalami kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan hanya karena tidak memiliki identitas.

“Sedangkan penanganan ODHA haruslah lebih cepat agar dapat meminimalisir terjadinya perpindahan fase HIV menjadi AIDS,” ucapnya.

Pada akhir perbincangan, Prof Arlin berharap seluruh masyarakat secara umum, bahwa saat ini penyebar luasan informasi serta edukasi sangatlah penting.

“Peran serta, keterlibatan seluruh pemangku program dan keterlibatan masyarakat sangatlah dibutuhkan agar penekanan angka kasus dapat dimaksimalkan,” harapnya.

Reporter: M Arif Alif
Editor: Ahmad