SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Perayaan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirayakan secara sederhana, namun meriah dilaksanakan Ba’dah Isya di Masjid Taqwa Bungoro Indah, Kecamatan Bungoro, Selasa (19/10) kemarin.
Acara ini dihadiri para pengurus PSIT, Ibu-ibu majelis taklim, warga Bungoro Indah dan menghadirkan ustad H Ismail Hantanto Lc Ma dari Mangkoso Barru, dan dihadiri pula Camat beserta ketua TP PKK Bungoro.
Acara ini diawalI dengan pembacaan ayat suci Alquran yang dibawakan Teriadi Setiawan, dilanjutkan sambutan oleh Ketua PSIT Bungoro Indah H Abd Haris HS, ucapkan terima kasih pada pengurus PSIT, majelis taklim dan para jamaah atas dukungannya, sehingga terlaksananya acara maulid ini.
“Pada kesempatan ini saya menawarkan lahan amal jariah pada jamaah maulid yang hadir, dengan ikut membantu dana untuk merenovasi dinding dan plafond mesjid taqwa yang diperkirakan mengunakan anggaran ± 90 juta,” kata dia.
lanjut ia mengimbau pada para jamaah memperbaiki silaturahmi Ukhuwa Islamiah.
“Dalam hidup ini, kita harus jujur dan bersih, dan menghindari penyakit hati seperti iri dengki dan sombong dan semoga di antara kita tidak ada yang demikian,” imbuhnya.
“Ihktiaar adalah kewajiban, rezeki itu adalah kejutan dan doa adalah yang merubah segalanya , mari kita buat apa yang boleh, bukan apa boleh buat, “ ujarnya.

Selanjutnya lantunan sholawat nabi oleh para majelis taklim Bungoro Indah yang dilantunkan dengan penuh hikmat.
Setelah mendengarkan lantunan sholawat nabi, dilanjutkan dengan Tausyiah dengan Hikma maulid Nabi oleh Al Ustad Ismail, menceritakan sejarah nabi-nabi sebagaimana yang Allah sampaikan dalam alquran dan sebagian juga tidak diceritakan dalam Alquran.
“Dalam riwayat Altabrani, sahabat pernah bertanya kepada baginda Rasulullah, Ya Rasulullah berapa jumlah nabi,”. Nabi menjawab 124 ribu, Rasul mencapai 315 orang,” terang ustad Ismail.
Lanjut Ismail, namun demikian yang wajib diimani atau diikuti 25 nabi, sebagimana disebutkan dalam Alquran, dari 25 nabi dan rasul ini diuji kesabarannya, perjuanggannya, dakwahnya akhirnya yang lulus hanya 5 nabi yang disebut Ulul Asmi.
“Itulah yang disebutkan dalam Alquran, dari ke 5 nabi ini diuji lagi kesabaran dan perjuangan dakwahnya dan bahkan sabar mengadapi ummatnya, siapa itu adalah hanya satu, yaitu baginda Rasulullah SAW. Dan satu-satunya manusia yang diberi wewenang oleh Allah untuk mengucapkan, ”siapa yang mencintaiku kata nabi berarti itu dipastikan bersamaku di dalam surga, kecuali yang tidak mau, yaitu yang taat dari Alquran dan Al Sunnah, sedang yang tidak mau dari kalangan ummatku, adalah kami dengar tapi kalau tidak cocok dengan akal pikirannya iya tidak ikut, inilah mereka yang tidak mau,” kata Ustad Ismail dalam tausiyahnya.
“Dan malam ini saya akan buka satu halaman sejarah Rasulullah SAW ,karena kalau kita ingin mengetahui profil nabi secara utuh 100 % biar sampai subuh tidak akan selesai selesai,” ungkapnya.
“Makanya ada sahabat bertanya pada Syaidina Aisyah RA , “Ya Asiyah kami ingin tahu Rasulullah SAW secara utuh, dan dijawab kalau kalian ingin tahu profil tentang Rasulullah SAW, maka pelajarilah seluruh isi Alquran, karena nabi satu satunya manusia yang melaksanakan seluruh isi Alquran, sehingga nabi sering disebut Alquran berjalan,”
“Kalau alquran mengatakan jangan bebohong, maka nabilah satu satunya manusia yang pernah lahir diatas bumi ini yang selama hidupnya tidak pernah bohong,”
“Sehingga suami juga jangan pernah bohong kepada istri, dan istri jangan bohong pada suaminya dan orang tua jangan bohong pada anaknya, begitu juga anak anak jangan berbohong pada orang tuanya,”
“Malam ini kita mau, bukan hanya maulidnya karena (dalam bahasa arab artinya tempat dan tanggal lahir) tapi sekaligus juga mauludnya ,(adalah anak yang lahir siapa itu adalah Baginda Rasulluah SAW) inilah yang akan kita ajarkan anak kita, karena beliau Rasulullah SAW lahir dari keturunan yang sholeh sehingga jadi Pemimpin besar,” tambah dia.
Dikatakan pula, Rasulullah SAW adalah satu satu nya nabi yang memikirkan ummatnya, Rasulullah adalah rahmatan lil alamin bagi alam semesta.
“Dengan hikma maulid ini kita mengetahui kebesaran Nabi Muhammad SAW adalah dengan dakwahnya mampu membuat perubahan pada masyarakatnya yang jahiliyah menjadi bertahuid,” ujar Ismail.
Pewarta: Sukma Paramita
Editor: Sukma Paramita


Tinggalkan Balasan