SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebelumnya telah merilis 11 nama mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi yang mewakili Indonesia di olimpiade matematika dalam kancah internasional.

Satu dari 11 nama tersebut, Nabil Mahatir, mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), pemuda asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) ini menjadi kebanggan tersendiri bagi warga Pangkep, terkhusus keluarga Faruk Ayub.

Peraih medali dalam Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KNMIPA) di bidang matematika itu kembali dipercaya oleh pemerintah untuk mewakili Indonesia di International Mathematics Competition (IMC) yang berlangsung 2-7 Agustus lalu.

Faruk Ayub dalam akun media sosialnya menyebut, putra pertamanya itu mewakili negara, bahkan menurut informasi dari IMC, Nabil Mahatir berhasil memperoleh medali perunggu dalam kejuaraan dunia yang diikuti hampir seluruh negara itu, termasuk USA, Rusia, China, Israel, Jerman, Spain, Mexico, Brazil dan berbagai negara lainnya.

“Nabil yang beberapa hari kedepan sudah akan menyelesaikan tugas akhir di kampus, menghentikan sejenak tugas akhir untuk fokus mewakili negara dalam lomba tersebu. Alhamdulillah, cita-cita yang ditanamkan sejak kecil oleh orang tua untuk menjadi salah satu yang terbaik di dunia akhirnya menjadi kenyataan,” tulis Fariq dalam akun Facebooknya dikutip SimpulRakyat.co.id, Minggu (8/8).

Faruk yang juga pemilik Kedai Zayda di Kota Pangkajene ini, mengatakan, sejak dini ia bersama istrinya telah menanamkanĀ  keimanan dan semangat kepada anak-anaknya untuk mencapai prestasi dunia.

“Hasil tidak pernah mengingkari usaha, kepada seluruh anak-anakku, selalu ditanamkan keimanan dan cita-cita tentang prestasi dunia, tidak ada cita-cita yang tidak bisa dicapai, semua bisa dicapai dengan doa, ikhtiar dan kerja keras, dan tidak pernah pasrah. Insyaallah bisa,” pungkas dia.

Sekadar diketahui, selain Nabil Mahatir yang mewakili Indonesia, sepuluh mahasiswa lainnya, yakni Akeyla Pradia N berasal Intstitut Teknologi Bandung (ITB), Rizma Yudatama Universitas Sebelas Maret (UNS), Waffiw Maaroja Universitas Gadjah Mada (UGM), M Reza Ardhana Institut Pertanian Bogor (IPB), Bramantya Arya D Institut Pertanian Bogor (IPB), Andry Wijaya Universitas Indonesia (UI), Kevin Tenata Universitas Indonesia (UI), Syaifullah Hi Nurdin Universitas Hasanudin (Unhas), Alvian Alif H Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Rofiud Darojad Universitas Negeri Malang (UM).

Reporter: M Arif
Editor: Sukma Paramita