SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Puluhan mahasiswa dari Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa (IPPM) Pangkep berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Pangkep, Jl Sultan Hasanuddin, Pangkajene, Senin (19/7/2021).
Demo kali ini, IPPM menuntut transparansi anggaran beasiswa dan mempertanyakan Peraturan BupatiĀ (Perbup) Pangkep No 14 Tahun 2021 yang mengatur tentang pembatasan beasiswa untuk mahasiswa.
Saat unjuk rasa, peserta aksi yang dipimpin Jenderal Lapangan (Jenlap) Muh Syawal, nampak memblokade jalan sambari berorasi.
Usai berunjukrasa, kepada Simpul Rakyat, Syawal mengatakan, pihaknya sempat ditemui Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL) dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadis) Dr Sabrun di halaman Kantor Bupati Pangkep.
Kendati demikian, kata Syawal, ia menyayangkan pengamanan yang diterima, lantaran adanya penyiraman kepada para demonstran.
“Namun sebelum pertemuan terjadi tindak represif terhadap mahasiswa yang diduga dilakukan oknum kepolisian disinyalir melakukan penyiraman menggunakan bahan kimia yang mengakibatkan 10 orang demonstran mengalami luka bakar pada bagian mata, wajah sampai leher,” ungkap dia.

Jenlap yang sekaligus korban penyiraman cairan yang diduga bahan kimia saat aksi itu, terpaksa dilarikan ke RS Batara Siang untuk mendapatkan penanganan khusus. Demonstran tersebut merasa perih dan sakit di mata.
Lanjut ditegaskan, dari hasil evaluasi aksi tadi, pihaknya juga tidak hanya mentuntut usut tuntas terkait beasiswa, tetapi juga dugaan tindakan represif oleh aparat kepolisian.
“Aksi ini tidak hanya menuntut persoalan beasiswa, namun juga tindakan represif yang telah diterima oleh teman-teman mahasiswa,” pungkasnya.
Usai bertemu Kepala Dinas Pendidikan, mahasiswapun membubarkan diri dengan tertib dan mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian.
Demonstran yang tergabung dalam IPPM Pangkep menuntut empat poin, yaitu:
1. Cabut Perbup No 14 Tahun 2021,
2. Transparansikan anggaran beasiswa,
3. Tolak standarisasi beasiswa prestasi akademik
4. Tindaklanjuti beasiswa yang belum tersalurkan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat terkait insiden dalam pengamanan unjuk rasa tersebut. (*)


Tinggalkan Balasan