Simpulrakyat.co.id, Makassar – Kondisi gedung kantor kelurahan kunjung mae kecamatan Mariso kota Makassar saat ini sangat memprihatinkan. tembok bagian dalam bangunan tersebut nampak retak parah, cat terkelupas dan sebagian bangunan mulai rapuh termakan usia.

Kantor pelayanan masyarakat yang beralamat di jalan Cendrawasih lorong 31, tepat di belakang kediaman mantan Wapres RI Jusuf Kalla ini merupakan bangunan lama (peninggalan Belanda) yang menjadi aset Pemkot Makassar sejak 4 tahun lalu.

Lurah Kunjung Mae Ikbal, ditemui beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa perencanaan pembangunan gedung kantor kelurahan sudah lima kali dibahas dalam musrenbang kecamatan dan tingkat kota, namun hingga memasuki tahun 2021 belum juga terealisasi.

“Jadi memang harapan kami selama kurang lebih 4 tahun di sini ialah ada perbaikan kantor kelurahan kunjung mae, karena kita lihat wilayah kelurahan kunjung mae adalah wilayah yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Ujung Pandang, berbatasan langsung dengan fasilitas publik diantaranya beberapa Hotel dan rumah Pejabat pusat.” ucap Lurah kunjung Mae Ikbal.

Bangunan seluas 7 x 13 meter ini, hanya terbagi dua ruangan yakni ruang pelayanan dan ruang kerja Lurah. Sementara bagian belakang bangunan terdapat lantai dua terbuat dari kayu yang juga nyaris ambruk.

“Kami sangat harapkan ada satu sentuhan agar pembangunan kantor kami bisa direalisasikan.” tandasnya.

Sementara dihubungi Humas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) kota Makassar Hamka Darwis menjelaskan bahwa rencana pembangunan kantor lurah kunjung mae sudah dianggarkan sejak 2020, namun karena adanya Covid19, sehingga anggaran tersebut dialihkan ke penanganan pandemi.

“Kita sudah anggarkan di tahun 2020 untuk pembangunan kantor lurah, tapi sempat dialihkan untuk penanganan Covid 19.” ucap Hamka, Kamis (8/4/2021).

Lebih jauh, Dia menerangkan bahwa pembangunan kantor pelayanan masyarakat tersebut akan kembali dianggarkan di tahun 2022 dengan besaran nilai Rp1,8 Miliar.

“Dianggarkan untuk dikerja tahun depan. Untuk pembangunan, nilainya 1,8 Miliar,” ucapnya.

Sekedar diketahui, Kelurahan kunjung mae merupakan wilayah penyumbang PBB kedua tertinggi di kecamatan Mariso mencapai 1,7 Miliar per tahun. (Bima)