Kesal Kliennya Diintimidasi, Andreas Go Ancam Polisikan Keluarga Tergugat

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Tanimbar – Pengacara penggugat sengketa lahan di area Sungai Weminak, Desa Lermatan, Andreas Mathias Go SH, sesalkan tindakan intimidasi dan kekekerasan sekelompok orang dari pihak tergugat kepada kliennya Adolof Batlayar dan Ferdinan Batmanlusi di kantor Pengadilan Negeri (PN) Saumlaki Selasa (17/2/2021) siang.

“Saya selaku kuasa hukum dari bapak Adolof dan bapak Ferdinan menyampaikan kekecewaan atas tindakan keributan tadi di kantor pengadilan, dimana para tergugat dari marga Kelbulan melakukan tindakan intimidasi dan kekerasan kepada klien saya,” kata Andre kepada wartawan di Saumlaki, Selasa (17/2/2021).

Baca Juga

Karena tindakan intimidasi itu mengandung unsur ancaman, Andre (nama sapaan) menegaskan pihaknya akan melaporkan hal itu ke Polres Tanimbar.

“Menurut saya tindakan intimidasi terhadap klien saya ini adalah suatu ancaman dan saya pasti lindungi dia dalam segi huķum. Saya akan melaporkan ke kepolisian terkain ancaman tersebut,” ujar Andre.

Kejadian tersebut tejadi sekitar pukul 11.30 WIT kemarin, dimana di dalam gedung Pengadilan Negeri Saumlaki, Adolof Batlayar bersama Ferdinan Batmanlusi dihadang massa pihak tergugat sambil mengintimidasi dan mengancam mereka.

Sesuai keterangan Adolof, saat itu ada seseorang diduga bernama Yonas Kelbulan sempat mengeluarkan ancaman bahwa akan membunuhnya jika pengadilan memutuskan pihaknya menang nanti.

“Ya saya dikeroyok, dikepung oleh massa lalu ada satu orang laki-laki yaitu Yonas Kelbulan, dia bilang bahwa, ketika dalam persidangan katong (kami) menang, beta (saya) tusuk (tikam) kasih mati ose (kamu),” tutur Adolof meniru nada ancaman tersebut.

Kejadian itu sempat dilerai petugas keamanan (Satpam) Pengadilan Negeri Saumlaki, namun massa terus saja berulah. Diduga kalau ada oknum anggota TNI dan anggota Brimob dari keluarga tergugat yang membekingi mereka.

Sebagai kuasa hukum, Andre menegaskan bahwa oknum anggota TNI dan anggota Brimob tersebut tidak sepantasnya berulah demikian. Dikatakan bahwa sempat terjadi cekcok mulut antara petugas keamanan dan anggota TNI tersebut.

“Perlu saya tambahkan juga bahwa dalam perselisihan tadi itu, turut terlibat juga anggota TNI yang hadir bersama massa dari para tergugat. Dia (oknum TNI) melakukan intimidasi terhadap security pengadilan, dia ikut campur dalam proses suatu persidangan. Saya berharap anggota seperti ini harus mendapat hukuman dari instansinya karena sudah bertindak membawa nama instansi.”

“Saya mengambil kesimpulan bahwa dalam proses ini, mungkin saja yang bersangkutan ini adalah bayangan (bekingan) dari massa sehingga mereka lebih berani mengambil suatu tindakan di pengadilan. Saya juga dapat mengambil langkah hukum terkait tindakan yang diambil anggota TNI tersebut.” ujarnya.

Namun demikian, Andre berharap agar masalah tersebut tidak terjadi lagi di kemudian hari demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Mengenai masalah sengketa lahan yang sedang berproses di PN Saumlaki, Andre meminta semua pihak dapat menahan diri sambil menanti pembuktian serta keputusan majelis hakim.

Disisi lain, saat dihubungi secara terpisah, pengacara tergugat belum dapat memberikan keterangan mengenai kejadian tersebut.

Berita Menarik Lainnya