Guru di Luwu Rela Menanggung Luka Bakar Demi Sampaikan Ilmu Ke Siswa SD

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Luwu – Belum lama ini, Persatuan Guru Republik Indonesi (PGRI) memperingati hari guru yang jatuh pada Rabu, 25 November lalu. Hari Guru adalah hari untuk menunjukkan penghargaan terhadap seorang guru. Dalam kultur budaya Indonesia, guru merupakan salah satu profesi yang sangat dihargai. Guru juga kerap disebut pahlawan tanpa tanda jasa.

Selain karena ilmu yang dimilikinya, kecintaan seseorang terhadap guru menyimpan sejuta alasan. Kerap kali seorang guru rela menguras fikiran, materi, dan tenaga, mengabdi hingga puluhan tahun demi membangun karakter bangsa tercinta.

Baca Juga

Seperti yang dialami seorang Guru Honorer di SD 470 Lewong, kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Darmawati S.Pd., yang telah mengabdi selama 15 tahun kemudian menceritakan secerca pengalamannya selama mengajar di sekolah terpencil berjarak puluhan kilo meter (km) dari kota kabupaten.

Setiap hari Darmawati harus menempuh perjalanan 14 km. dari tempat tinggalnya di Redo, ke desa Rantealang. Mengendarai roda dua, kadang berboncengan dengan rekannya melewati jalanan yang tidak begitu mulus. Jurang, tanjakan serta kerikil lepas menjadi rintangan sehari-harinya. Apalagi di musim hujan, kondisi jalan licin menambah berat medan yang harus ditempuh demi menyampaikan pelajaran kepada siswanya.

 

 

Cerita tersebut terabadikan dalam sebuah momen kecelakaan kala Darmawati pulang dari sekolahnya bersama empat guru lainnya selepas hujan deras. Ibu dari tiga anak tersebut terlihat berguling diatas tanah merah, terlindas motor yang lepas kendali.

“Itu tadi pak waktu kami pulang dari sekolah, memang sudah hujan deras, pas di pendakian karena kita takut jadi saya turun dorong motor, tapi turun bannya yang kayak selokan air, tidak bisa mi kita kendalikan ya jatuh,” ceritanya kepada Reporter SimpulRakyat.co.id, Senin, (30/11/2020).

Akibat kecelakaan tersebut, kaki Darmawati yang tadinya terlindas kanapot motor, nampak bengkak dan memerah melepuh terluka bakar. Meski demikian ia menyebut kejadian tersebut biasa saja, pasalnya ia kerap mengalami kejadian serupa jika dalam kondisi musim penghujan.

Perjuangan dan waktu lamanya mengabdi membuktikan kegigihan Darmawati mengemban amanah undang-undang 1945, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sayangnya hingga saat ini dirinya belum kunjung terangkat menjadi pegawai negri sipil (PNS).

“Saya sudah mengabdi sekian lama, saya mau mundur ditengah jalan, sayang, saya sudah menyatu dengan muridku, jadi saya kasihan kalau saya mau lepas muridku. walaupun jarang ada honor mau bertahan seperti saya. Alhamdulillah saya honorer terlama di SD 470 Lewong,” ungkapnya.

Darmawati hanya bisa berharap nantinya dapat menjadi PNS dikemudian hari, sehingga dapat berbuat lebih banyak untuk negri, khususnya untuk dunia pendidikan. “Semoga saja ada pemerintah mau membuka mata dengan kondisi kami, sehingga kualitas hidup bisa lebih baik nantinya,” harapnya.

 

 

 

 

 

Berita Menarik Lainnya