SimpulRakyat.co.id, Makassar – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Dinkes Sulsel), menggelar kegiatan penguatan sistem informasi kesehatan haji di salah satu hotel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar pada Rabu siang (11/11/2020).

Kegiatan yang dihadiri 72 peserta dari 24 kabupaten/kota di Sulsel ini diduga melanggar protokol kesehatan karena masih menyediakan hidangan dengan konsep prasmanan untuk konsusmsi peserta pertemuan.

Sebagaimana yang ditetapkan dalam Perwali 53 Tahun 2020 tentang pedoman penerapan protokol kesehatan pada pelaksanaan kegiatan pernikahan, resepsi pernikahan, dan pertemuan di Kota Makassar, diwajibkan untuk meniadakan pelayanan makan minum secara buffet/prasmanan dan makan minum di tempat.

Aturan tersebut tertuang jelas pada Bab V menyangkut protokol kesehatan kegiatan pada pasal 5 ayat dua, poin huruf h.

Saat dikonfirmasi, penanggungjawab kegiatan, Hariani Jompa, yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Tradisional, membeberkan alasannya memilih konsep prasmanan dalam penyuguhan konsumsi di kegiatan tersebut.

“Itu prasmanan kami lakukan, pertimbangan yang menuang ke piring peserta pakai ini (pelayan), bukan kami yang ambil langsung, pertimbangan kedua, kotak dos banyak mubassirnya, misalnya kita kasih dos, banyak kita buang nasinya, tidak semua orang sama porsi nasinya,” kata Hariani selepas kegiatan.

Menurut Hariani, perintah Perwali 53 tersebut tidak mesti harus dijalankan, jika masih menerapkan sejumlah protokol kesehatan lainnya.

“Kita tetap jaga jarak, semua pake masker, hand sanitizer dimana-mana, Prokes tetap harus memperhatikan, bisa aman selama kita jalankan Prokes. Bukan sebenarnya tidak sesuai dan tidak ini tergantung sebenarnya kita menyikapi, kita sebenarnya menghargai itu, selama kita masih mau kerjakan Prokes, tidak masalah, bukan juga berarti Perwali harus seperti itu,” tambahnya.

Hariani juga menambahkan, jika kegiatan tersebut diketahui dan telah mendapatkan persetujuan pimpinannya serta pimpinan peserta pertemuan.

“Ya iyalah, persuratan dari pimpinan, kita bersurat ke pimpinan mereka, yang buka ini acara Kadis Kesehatan Provinisi (Sulsel), yang tutup Sekdis Kesehatan provinsi,” kuncinya. (Fatwa)