SimpulRakyat.co.id, Makassar – Pendaftar pertama Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia Timur (UIT), Dr Syamsul Bachri atau lebih akrab disapa Doktor Syamsul, merupakan sosok yang didambakan oleh kalangan civitas akademik UIT.
Doktor Syamsul adalah salah seorang dosen Fakultas Hukum yang baru menyelesaikan studi program doktornya di bidang Ilmu Hukum di salah satu universitas bergengsi di Makassar, tak main-main, ia mengantongi nilai IPK 394, adalah nilai cumlaude.
Ia juga salah seorang mahasiswa yang di wisudah di lingkungan Diklat Mahkamah Agung RI Cikopo, Kabupaten Bogor pada 23 September 2020 lalu.
Sungguh pantastis, tidak semua orang dapat melaksanakan wisudah di tempat tersebut. Saat itu, bertepatan dengan penyelenggaraan asesment yang dilaksakan oleh Mahkamah Agung.
Dr Syamsul Bachri ini mendaftar sebagai calon Dekan Fakulas Hukum UIT, dengan cita-cita akan merubah wajah fakultas hukum yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
“Terutama penataan administrasi kampus yang merupakan seuatu yang sangat penting untuk menghadapi akreditasi, membutuhkan konsentrasi dan kesungguhan untuk dapat menuangkan data dan informasi ke dalam sebuah borang akreditasi,” terang dia di Makassar, Rabu (4/11).
Selanjutnya, kata dia, borang tersebut akan diverifikasi oleh lembaga BAN-PT yang disertai dengan dokumen (bukti fisik), yang biasanya dilakukan dalam field assessment atau visitasi.
“Kegiatan seperti ini memerlukan persiapan yang matang agar dapat memperoleh nilai yang maksimal, tentu dengan nilai akreditasi maksimum yang diharapkan agar mendapat kepercayaan publik dan ini harus diwujudkan dalam penataan kembali kampus Universitas Indonesia Timur,” tambah dia.
Untuk membangun sebuah Universitas pada level manajerial tentu dimulai dari melirik diri, pribadi, serta kemampuan seseorang untuk membangun jaringan baik di tingkat lokal maupun nasional bahkan go internasional.
Jika pemikir besar, maka kemapuan seorang pemimpin tentu dibutuhkan kemampuan membangun komunikasi, serendah-rendahnya komunkasi antara lembaga.
“Oleh karena itu, komitmen untuk membangun Universitas Indonesia Timur ini, tidak perlu saya menjadi Rektor, cukup mendedikasikan diri saya sebagai Dekan Fakultas Hukum UIT, membantu Rektor, membantu Institusi itu sendiri,”
“Jika saya dipercaya dan diberikan kesempatan untuk memimpin Fakultas Hukum UIT, satu periode saja untuk saya ubah jauh lebih baik,” tutur dia.
Ia menitipkan satu kalimat terhadap institusi Universitas Indonesia Timur yang dicintainya itu, bahwa penjaringan Bakal Calon Dekan Fakultas Hukum ini jangan berstandar pada siapa yang dekat itu yang memimpin Fakultas, tetapi siapa yang mau bekerja itulah pilihan terbaik.
“Jika ingin Universitas Indonesia Timur ini kembali pada kejayaanya, maka ia harus menempatkan orang-orang tepat untuk memimpin fakultas, mampu menorehkan prestasi kerja,”
“Kita lihat Rektor Universitas Indoesia Timur saat ini Dr Maryam yang memiliki kapasitas dan kemampuan yang hebat, komuniakasi dan jaringan yang luas mampu merubah wajah universitas indonesia timur seperti saat ini, inilah yang diharapkan ada di Fakultas Hukum Universitas Indonesia Timur,” tutup Doktor Syamsul. | Arwan Rewa


Tinggalkan Balasan