Pemkot Makassar Imbau Warga Pakai Masker, Jika Tak Patuh Sanksi Rapid Test Menanti

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar menggelar rapat evaluasi tentang tindak lanjut pemberlakuan Perwali No 36 Tahun 2020 tentang Percepatan Pengendalian Covid-19 di Kota Makassar.

Pos pembatasan wilayah diperbatasan Kota Makassar tetap terus dilanjutkan, meskipun adanya pengurangan personil di masing-masing pos tapal batas wilayah Kota Makassar untuk memberikan kemudahan akses bagi warga untuk keluar masuk ke wilayah tersebut.

Baca Juga

Hal itu diutarakan Ketua Satgas Penegakan Pengendalian Covid-19 Kota Makassar, Muh Sabri yang juga Asisten Satu Pemkot Makassar saat menggelar rapat evaluasi bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar yang diikuti kepala dinas, kapala bagian, seluruh Camat dan perusda Kota Makassar di Posko Covid-19, Jalan Nikel Raya, Senin (3/8/2020).

Muh Sabri menjelaskan, saat ini ada enam kecamatan yang belum maksimal dalam melakukan penanganan khusus untuk menekan episentrum penyebaran Covid-19 di wilayah kota Makassar.

“Dari pantauan anggota kami di lapangan, masih ada beberapa kecamatan yang belum menerapkan aturan protokol, seperti tidak menyediakan alat cuci tangan di fasilitas umum, serta masih banyak warganya yang tidak menggunakan masker saat beraktivitas,” ucap Sabri di hadapan peserta rapat evaluasi.

Sehingga, kata Sabri, dari pantauan anggotanya, ada 6 wilayah kecamatan yang perlu diintervensi untuk dijadikan evaluasi penanganan episentrum Covid-19 karena sampai saat ini tingkat penyebarannya masih di atas dari 5 persen.

“Mestinya penyebarannya harus di bawah 5 persen, kalau di atas 5 persen artinya penangan di wilayah dianggap tidak serius oleh pemerintah. Untuk kita akan berdayakan tenaga kontrak di wilayah kecamatan masing-masing mengedukasi warganya terkait protokol kesehatan,” ujarnya.

Sedangkan untuk pembatasan keluar masuk kota Makassar, kata Sabri, Posko wilayah tetap terus dilanjutkan, hanya saja pemeriksaan Suket sudah tidak diberlakukan lagi.

“Namun bagi warga daerah lain ditemukan tidak memakai masker ingin masuk ke wilayah kota Makassar, akan kita suruh balik kembali keluar dari wilayah Makassar, begitu pun warga Makassar yang tidak memakai masker kita beri sanksi kalau perlu kita Rapid Test di tempat,” terangnya .

Sementara itu, Dandim 1408/BS Kolonel Inf Andriyanto yang hadir dalam rapat evaluasi mengatakan dalam penanganan Covid-19, tentunya setiap wilayah punya persolan sendiri-sendiri dan dinamika masing-masing dalam menangani pandemi Covid-19.

“Kami berharap kalau ada masalah yang dihadapi di lapangan silahkan disampaikan kepada kami, itu lebih bagus lagi, agar kita bersama-sama mencari solusi dalam menangani masalah Pandemi Covid-19 ini,” terangnya. (M Fatwa)

DAFTAR NAMA PASANGAN CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI PANGKEP

Disarankan Untuk Anda :