Tegakkan Perwali 36, Pj Wali Kota Makassar Minta Jangan Ada Tindakan Represif

  • Whatsapp
Pj Wali Kota Makassar Prof Rudy Djamaluddin di depan sejumlah awak media di Posko Penanganan Covid-19, Kota Makassar, Kamis (2/7/2020). (Foto: SimpulRakyat.co.id)

SimpulRakyat.co.id, Makassar – Penerapan Pembatasan Pergerakan antarwilayah, Pemkot Makassar menyiapkan 11 posko pemeriksaan.

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin saat memimpin rapat persiapan penerapan Perwali 36 di Posko Gugus Tugas Kota Makassar, Sabtu (11/7/2020) kemarin.

Baca Juga

Menurut Rudy, di sebelas posko tersebut nantinya akan memeriksa warga yang akan keluar masuk Makassar, sebagai bentuk pengawalan Perwali.

Selain itu pemerintah juga menerapkan 7.950 personil gabungan yang akan bertugas di 11 Posko. Rudy juga mengungkapkan, penegakan Perwali akan dilakukan dengan cara pendekatan humanis terhadap masyarakat.

“Insya Allah besok (Minggu, 12 Juli 2020) kita akan melakukan simulasi di beberapa titik perbatasan kota. Akan kita cek di lapangan, jika misalnya ada antrean maka kita cari metode supaya tidak antre,” jelas Rudy.

Lanjut dikatakan, prinsip penegakan Perwali ini dilakukan secara humanis agar masyarakat secara sadar untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Saya minta agar jangan ada tindakan represif dilakukan secara persuasif, gunakan pendekatan humanis, jika ada yang masih membandel agar dibujuk dan diberikan masker untuk digunakan,” ujar Rudy.

Dalam rapat tersebut, sejumlah aturan teknis yang akan diberlakukan pada di perbatasan kota, termasuk upaya memastikan seluruh warga kota menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Untuk di perbatasan, warga yang bekerja di Makassar cukup memperlihatkan surat keterangan dari kantor tempatnya bekerja, atau menunjukkan ID Card yang dikeluarkan secara resmi di tempatnya bekerja,” jelasnya.

Namun kata dia, masyarakat tetap harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh tubuh, termasuk random rapid test. Demikian pula bagi yang hendak keluar dari Kota Makassar tetap harus menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19.

“Ini untuk memastikan bahwa yang bersangkutan bukan Carrier yang berpotensi membawa virus dan menularkannya di daerah lain” pungkas Rudy. (*)

Disarankan Untuk Anda :