Dua Desa Ini Teken Kerja Sama Peningkatan Akses Sarana Air Minum

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Di hadapan Kepala Dinas PMD dan Kepala Bappeda Kabupaten Pangkep, Pemerintah Desa Benteng menandatangani kerja sama peningkatkan akses sarana air minum dan sanitasi dengan Pemerintah Desa Boddie.

Penandatanganan kerja sama ini difasilitasi langsung Camat Mandalle, Mashud, melalui rapat koordinasi di Aula Kantor Camat Mandalle, Kabupaten Pangkep, Senin (29/6/2020).

Baca Juga

Camat Mandalle, Mashud mengatakan, sebelum pertemuan ini digelar, ia telah pertemukan kedua belah pihak, dan sudah ada diskusi di antara dua pemerintah desa tersebut.

“Sebelumnya kami telah mempertemukan kedua belah pihak (Kades Boddie dan Benteng), dan hari ini kita akan menyaksikan bersama penandatanganan kesepakatan penggunaan sumber air Desa Benteng untuk mengaliri warga Desa Boddie,” kata Mashud.

Pada kesempatan ini, Kepala Bappeda Pangkep Abdul Gaffar menjelaskan, kerja sama ini bertujuan mendukung keberfungsian sarana yang telah dibangun melalui Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) III.

“Untuk jangka panjang, kita harus memiliki gambaran kondisi perkembangan Kecamatan Mandalle untuk masa depan, baik dari sisi infrastruktur, sarana transportasi, maupun sarana air minum dan sanitasi warga,” terang Abd Gaffar di hadapan peserta pertemuan ini.

Ia pun mengapresiasi Pemerintah Desa Benteng, Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) dan Kelompok Pengelola Sistem Penyedia Air Minum dan Sanitasi (KP-SPAMS) Pamsimas III yang bersedia memberikan sumber airnya untuk dialiri ke warga Desa Boddie, Kecamatan Mandalle.

“Tidak bisa dipungkiri, kita harus memiliki manajemen dalam mengelola air. Namun, kebaikan (Pemerintah Desa, KKM dan KP-PAMS Benteng) akan dibalas oleh Tuhan,” ucap Abd Gaffar.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) PMD Pangkep Abd Haris Has AP, melihat pengelolaan sarana air minum (SAM) ini adalah potensi pengembangan Pendapatan Asli Desa (PADes), jika hal itu melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Hasil kesepakatan yang akan dijalankan nantinya, kiranya melibatkan BUMDes (dalam pengelolaan) melalui investasi pengembangan sarana air minum,” imbau Abd Haris.

Kadis PMD ini juga menjelaskan, setiap pengadaan atau pembangunan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), akan menjadi aset desa.

“Semua yang bersumber dari dana desa akan menjadi aset desa,” tegas Abd Haris.

Di akhir penjelasannya, ia mengimbau kedua desa segera membentuk Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), dalam hal mengelola sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada di dua desa tersebut.

Sekadar diketahui, sebelumnya sarana air minum yang telah dibangun di Desa Boddie melalui Program Pamsimas ini tidak berfungsi baik, lantaran adanya miskomunikasi penggunaan sumber air Desa Benteng. Meski demikian telah ada kesepakatan antar kedua pemerintah desa tersebut.

Pertemuan ini dihadiri Kepala Bappeda Pangkep, Kadis PMD, Panitia Kemitraan (Pakem), DPMU, District Coordinator Pamsimas III, Tim Fasilitator Masyarakat (TFM), Kades Boddie, Kades Benteng, KKM dan KP-SPAMS. (Red)

Disarankan Untuk Anda :