Pentas Seni, LSM Inakor Endus Dugaan Penyelewengan Dana BOS di SMP

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Makassar – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Independen Nasionalis Anti Korupsi (Inakor) DPW Sulsel mengendus adanya dugaan penyelewengan dana BOS di SMP Negeri 18 Makassar.

Ketua DPW LSM Inakor, Asri mempertanyakan nota yang diduga fiktif beredar di SMP Negeri tersebut.

Baca Juga

“Banyak nota cathering makan yang ditemukan. Diduga kuat pembuatan nota tersebut adalah nota fiktif yang disinyalir dilakukan pihak SMP Negeri 18 Makassar,” ujar Ketua DPW LSM Inakor Sulsel, Sabtu (29/02/2020).

Lanjut dikatakan, LSM Inakor juga mensiyalir adanya dugaan penyalagunaan wewenang yang dilakukan pihak SMP Negeri 18 Makassar.

“Seperti pungutan untuk kegiatan Pentas Seni (Pensi). Siswa diharuskan mengumpulkan dana sebanyak Rp15 juta. Pengumpulan dana tersebut dilakukan oleh oknum guru. Juga proposal kegiatan pertandingan yang selama ini diikuti oleh siswa yang tidak pernah diterima, diduga kuat juga permainan oknum guru,” imbuh Asri.

Katanya lagi, kegiatan itu merupakan high scool yang pembiayaannya ditanggung dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Kami dari LSM Inakor dalam waktu dekat akan ke Ombusman RI Perwakilan Sulawesi Selatan mempertanyakan masalah yang terjadi di SMP Negeri 18 Makassar,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 18 Makassar, Muhammad Guntur membantah dugaan LSM tersebut. Ia mengaku sampai detik ini belum tahu ada nota fiktif atau kwintasi palsu yang dipakai di sekolah yang dipimpinnya.

“Kalau saya tidak ada (nota fiktif) yang begitu. Nota fiktif berupa apa? pembelian berupa barang apa? Apakah berupa bola atau apa jenisnya (pembelanjaan)?,” tanya dia saat dikonfirmasi via handphone.

Lanjut dikatakan, soal Pentas Seni, Muhammad Guntur mengaku belum melihat laporan kegiatan tersebut karena masih berada di Panitia Pensi.

“Saya belum lihat (laporan Pentas Seni), karena masih ada sama panitia,” kata Guntur.

Ia juga membantah soal tudingan adanya pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam menyukseskan pentas seni itu.

“Tidak ada pengumpulan (pungutan) dari sekolah, hanya Osis dan panitia yang bergerak (pengumpulan dana) itu. Tidak ada perintah (memungut) dari sekolah, maksudnya tidak ada permintaan resmi itu,” ujar dia.

Muhammad Guntur juga menjelaskan, Pentas Seni dilakukan dalam rangka ujian praktek kelas IX, dan hal itu dilakukan di sekolah tersebut setiap tahunnya menjelang ujian nasional.

Penulis: Restu

DAFTAR NAMA PASANGAN CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI PANGKEP

Disarankan Untuk Anda :