Kisah Nur Ralda Pengungsi Corona, Jualan Bakso Hingga Jual Sawah

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Makassar – Nama Nur Ralda menjadi topik hangat diperbincangkan setelah berhasil tiba di kampung halamannya pada Minggu, (16/2/2020) pagi.

Nur Ralda tiba di Pinrang, setelah sempat ditahan di Pulau Natuna, dan mendapatkan perlakuan khusus guna memastikan dirinya tidak terinfeksi Virus Corona pasca-kepulangannya dari Tiongkok.

Baca Juga

Nur Ralda merupakan seorang Mahasiswi Hubei Polytechnic University Fakultas Kedokteran di Huangshi Tiongkok. Dirinya berangkat ke Tiongkok setelah mendapatkan beasiswa kedokteran dari ITCC.

Namun, dalam perjalanannya di negeri orang, Nur Ralda harus bekerja keras, banting tulang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari dan pembayaran uang semester.

Disela waktu kuliahnya, Nur Ralda meluangkan waktu untuk berjualan bakso. Hal tersbut dapat terlihat dalam daily vlog ‘Mukbang With Ralda’ kala berusaha mempromosikan bakso buatannya.

“Adik saya jualan bakso di Tiongkok, pak, untuk bayar semester. Anda bisa cek di vlognya. beasiswanya dari ITCC, uang semester skitar 35 dua semestermi itu. itu separuhnya kami bayar,” ungkap Aminah Saudari Nur Ralda ekslusif kepada Reporter SimpulRakyat.co.id.

Di tahun 2019, Nur Ralda meraih prestasi, berada pada ranking 3, dan mendapatkan hadiah dari pemerintah China, sebesar 20 juta rupiah. Namun, uang tersebut langsung digunakannya untuk membayar uang semester.

“Tidak dicairkan lagi, langsung bayar uang semesternya, karena bapak sendiri sudah tidak kerja, karena sering sakit-sakitan, ibu jadi tukang masak di tetangga demi mencari uang untuk anak, saya kakaknya tukang jahit untuk menambah juga uang kuliah adik,” lanjut Aminah membeberkan.

Bahkan menurut pengakuannya, keluarga telah menjual sawah terakhir yang dimiliki untuk kepentingan kuliah Nur Ralda.

“Petani pak, tapi sawah kami sudah dijual untuk menutupi uang semester adik. Memang dari SD, SMP, SMA kami anaknya jarang bawa uang jajan, karena kondisi ekonomi keluarga,” imbuhnya.

Meski demikian, Aminah mengaku tetap bersyukur, pasalnya segala usaha telah ia lakukan.

“Alhamdulillah pak ini mungkin takdir dari Allah yang maha kuasa, kami berani karena kami percaya ada Allah,” kuncinya. | Fat

Disarankan Untuk Anda