Tersangka Penganiayaan Belum Diringkus Polisi, Keluarga Ancam Balas Dendam

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Malra – Kejadian mengenaskan dialamai oleh salah seorang pemuda berinisial BB (24) pada Selasa (14/1) petang di areal Kompleks perumahan Yarler, Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara. BB diduga dianiaya oleh sekelompok pemuda dengan menggunakan senjata tajam.

Adapun kronologis kejadian bermula ketika BB bersana temannya (TS) berboncengan menggunakan sepeda motor dari arah Pengadilan Negeri Tual menuju arah tikungan Yarler sekitar pukul 18.30 WIT. Saat berada di jalan raya depan sebuah Bengkel Motor, TS dipanggil oleh salah seorang temannya dan mereka pun berhenti.

Baca Juga

Saat berhenti, TS bercakap-cakap dengan temannya yang memanggil dan kemudian datanglah para pelaku, masing-masing berinisial SR dan KR alias N dan VO menghampiri korban dan langsung memukulinya hingga terjatuh. Setelah itu VO membacok korban dengan sebuah golok namun korban menangkis menggunakan tangannya.

Korban sempat berlari ke jalan raya dekat tempat penjual Es Kelapa Muda untuk menyelamatkan diri namum korban dilempari dengan batu hingga terjatuh dan lagi-lagi pelaku VO membacok korban serta menusuk punggungnya dengan sebuah pisau.

TS teman korban sempat ingin menolong namun ia juga turut dipukuli oleh para pelaku. Karena ada warga sekitar yang melihat sehingga warga berteriak meminta tolong, mendengar suara minta tolong para pelaku langsung melarikan diri. Pukul 18.55 wit, Korban dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur guna mendapat penanganan Medis.

Karena tidak terima, keluarga Korban langsung melaporkan kasus penganiayaan itu ke Polres Maluku Tenggara usai kejadian, namun hingga saat ini para pelaku belum juga diringkus.

Merasa kesal pelaku masih berkeliaran, keluarga korban pun mengancam akan melakukan aksi balas dendam kepada para pelaku.

“Sampai saat ini polisi belum juga tahan mereka (para pelaku). Jangan salahkan kami jika nanti kami keluarga akan balas dendam karena keluarga kami sudah jatuh korban,” ujar salah seorang anggota keluarga yang enggan disebutkan namanya kepada media ini.

Di sisi lain, Buce Rahakbauw, anggota DPP Aliansi Indonesia, yang juga paman si korban, merasa kecewa karena lambatnya penanganan kasus penganiayaan itu oleh pihak kepolisian setempat.

“Polisi harus bertindak cepat untuk menangkap para pelaku itu, jangan samapai terkesan lambat akhirnya keluarga korban bisa melakukan tindakan balas, ini yang harus dicegah. Olehnya itu, saya berharap Pak Kapolres segera memerintahkan anggotanya untuk meringkus pelaku-pelaku kejahatan itu sesegera mungkin untuk diproses secara hukum,” imbuh Rahakbauw.

Dia berharap, para pelaku penganiayaaan tersebut diberikan sanksi hukum seberat-beratnya sesuai perbuatan mereka guna mendapat efek jera.

Reporter: Marcel Kalkoy

Disarankan Untuk Anda