Satpol PP Pangkep Tertibkan Gerobak Pedagang Kaki Lima di Bambu Runcing

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Pangkep –  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten Pangkep menertibkan gerobak pedagang kaki lima (PK5) di beberapa tempat di ruang terbuka hijau yang sengaja ditinggal pemiliknya di lokasi berjualannya tersebut, Rabu (8/1/2020) kemarin.

“Tempat yang ditertibkan ini adalah gerobak-gerobak pedagang yang ditinggalkan di beberapa tempat yang tidak diarahkan oleh pemerintah daerah setempat, lantaran para pedagang tersebut hanya bisa melakukan aktifitasnya pada jam 12 siang sampai dengan pukul 22.00 Wita,” terang Kepala Satpol PP Pangkep, Jufri Baso.

Baca Juga

Lanjut dikatakan, para pedagang diharapkan menyimpan gerobak-gerobanya di tempat yang telah diarahkan, misalnya PK5 di lapangan Alun-alun Citramas gerobaknya disimpan di GOR, sementara yang di Bambu Runcing diharapkan disimpan di belakang gedung Islamic Center.

Diketahui, para pedagang banyak yang menyimpan gerobak di tempat-tempat yang tidak dikehendaki, hal inilah yang membuat Satpol PP dengan beberapa personilnya turun dengan dipimpin langsung oleh Jufri Baso.

“Ini sebenarnya sudah disosialisasikan sejak adanya Perda tentang pedagang ini. Nanti jika Pak Bupati kembali, Pak Bupati akan menata suatu tempat lagi dan bahkan akan mengupayakan bantuan kepada para pedagang ini, berupa gerobak-gerobak yang seragam, sama modelnya untuk ditempatkan di beberapa tempat yang strategis untuk penjualan,” kata Jufri.

Hal itu dilakukan, jelas Jufri, untuk memberikan kesejahteraan kepada para pedagang tersebut, disamping itu kepada para pedagang diharapkan dapat bekerja sama dan menjaga ketertiban serta kebersihan lingkungan di Kabupaten Pangkep.

“Juga menyangkut yang dipersoalkan (warga) baru-baru ini, tentang ternak itu menurut Perda kalau diambil itu dendanya bisa sampai 50 juta, berarti ini jauh lebih besar daripada harga sapi tersebut, karena yang dulu itu perhari jika ditangkap hanya Rp. 10.000 perhari,”

“Maka yang seperti ini para peternak bisa saja menganggap ini kan lebih murah dan membiarkan saja (ternaknya), maka ini dengan tegas dan sangat lebih memberatkan sanksinya agar ada efek jerah, supaya tidak lagi sembarangan melepaskan (ternak) di beberapa tempat,” sahut Jufrii Baso.

Masih menurut Jufrii Baso, Perda tentang tata ruang jelas telah melarang rutinitas berjualan di ruang terbuka hijau, namun pemerintah daerah sangat bijak melihat kondisi masyarakatnya.

“Kita pemerintah juga memahami bahwa untuk bisa makan itu kan harus ada upaya usaha dan sebagainya, maka kita berikan kebijakan bahwa masyarakat bisa menjual di beberapa titik, untuk sementara ini ada di Citra Mas dan Bambu Runcing, dengan catatan bahwa menjual itu sampai jam 10 malam, setelah itu semua gerobak tidak ada lagi di lokasi,” pungkas Kepala Satpol PP Pangkep.

Penulis: Mita

Disarankan Untuk Anda :