SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Temu media, merupakan salah satu program PT Semen Tonasa yang bertajuk sahabat media. Acara ini berlangsung di Taman Kehati Geopark Bulu Sipong, Jalan Poros Siloro, Kabupaten Pangkep, Kamis (23/1/2020).
Kepala Biro Humas PT Semen Tonasa, Andi Muhammad Said Chalik mengatakan, Dirut PT Semen Tonasa Subhan rencananya hadir bersama di tempat ini, bergabung dalam acara ngopi bareng dengan media sahabat Tonasa. Namun karena ada tugas yang mendesak, hingga Subhan tiba-tiba berangkat ke Jakarta pada pukul 06.00 Wita.
“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada rekan-rekan media yang menyempatkan waktunya hadir pada hari ini, dimana program kita yang seperti tahun lalu, istilahnya ngopi bareng hari ini. Pertemuan rutin kita itu triwulan, program kami tahun 2020 namanya sahabat pers, dan berikut yang mungkin nanti di pertengahan bulan kita dan media bisa kembali mengatur waktu. Kami butuh masukan dari teman-teman media untuk Semen Tonasa,” sambut Andi Said.
Lanjut dikatakan Said, PT Semen Tonasa meminta awak media memberikan sumbangsih informasi yang bermanfaat untuk kemajuan perusahaan tersebut.
“Apa yang harus dilakukan agar lebih baik lagi, dan memang kita tidak lupa berterima kasih atau bermitra dengan teman-teman. Apa artinya Semen Tonasa, kami juga meminta kepada rekan-rekan media tolong kami diberikan informasi-informasi yang menurut teman-teman ini sangat bermanfaat untuk kami,” pinta Andi Said.

Pada kesempatan ini, Kepala Biro Humas tersebut menjelaskan, Taman Kehati adalah taman keanekaragaman hayati yang dibangun dari bekas tambang reklamasi PT Semen Tonasa.
“Dalam hal ini, manager reklamasi PT Semen Tonasa (Abd Razak-red) memperkenalkan program kegiatannya, dimana sudah beberapa wartawan mancanegara yang berkunjung dalam rangka menyaksikan Gua di lokasi Taman Kehati Geopark Bulu Sipong yang masuk wilayah Balai Pelestarian Cagar Budaya,” terang dia.
Di tempat yang sama, Manager Reklamasi Tambang Kehati Bulusipong Tonasa, Abd Razak menambahkan, reklamasi lahan bekas tambang ini ada dua lahan, yakni lahan bekas tambang batu kapur dan tanah liat, sementara yang paling luas adalah lahan bekas tambang tanah liat.
“Sekarang kita berada di lahan bekas tambang tanah liat, kemudian dari lokasi lahan bekas tambang itu yang seperti yang kita ketahui, ada yang berupa daratan, ada yang berupa perairan atau kolam. Untuk mereklamasi tempat tersebut dengan menanam pohon, mengembalikan ke habitat awalnya,” terang Abd Razak.
Diketahui, lahan reklamasi itu sudah dibuatkan surat keputusan per 1 Januari 2019 oleh manajemen PT Semen Tonasa sebagai lahan kawasan perlindungan keanekaragaman hayati.
“Jadi seluas 31,6 hektar itu khusus perlindungan keanekaragaman hayati, mulai dari pohonnya, hewannya dan termasuk masalah karst yan lagi booming sekarang dan mendunia, yaitu salah satunya ada di kawasan perlindungan keanekaragaman hayati ini,” jelas Manager Reklamasi ini.
Dijelaskan pula, seluas 3,4 hektar yang menjadi lahan reklamasi sudah bekerjasama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya dan unsur budayanya pun diawasi oleh BPCG. Selain itu, kata dia, ada beberapa sawah yang dicetak dan kolamnya dijadikan sebagai tempat budidaya ikan Nila dan ikan Mas.
“Telah dibuatkan keramba jaring apung atas pendampingan dari Dinas Perikanan Kabupaten Pangkep, dikelola oleh 90% dari masyarakat sekitar. Jadi, kami tidak mungkin hanya dengan beberapa supervisornya yang merawat itu, yang melakukan itu betul-betul direkrut dari masyarakat sekitar. Kalau mau dihitung-hitung ada berapa kepala keluarga yang terlibat, kurang lebih ada 100 orang,” pungkas dia.
Penulis: Mita


Tinggalkan Balasan