Hukum Sudah Tidak Lagi Orisinil, Sudah Didesain Menurut Kepengtingan Penguasa

  • Whatsapp
Ketua Umum PWOIN, Feri Rusdiono. (Foto: Istimewa)

Selective Mirror Thesis

Menurut tesis ini, hukum sudah tidak lagi orisinil mengikuti apa adanya pola-pola perilaku yang terjadi di masyarakat. Hukum sudah didesain menurut kepentingan penguasa, sehingga ada pola yang diambil (jika menguntungkan kelas penguasa) dan ada pola yang ditinggalkan (jika tidak menguntungkan).

Baca Juga

Jadi, penguasa adalah pemegang kekuasaan yang menyeleksi hukum.

Yang meyakini bahwa ada proses interaktif antara masyarakat dan hukum. Jadi, tidak selalu masyarakat yang mempengaruhi hukum, melainkan hukumpun akan mempengaruhi masyarakat. Tesis ini dikenal dengan tesis kaca interaktif (interactive mirror thesis).

Saya menyakini bahwa tesis kaca interaktif ini adalah tesis yang paling masuk akal jika kita ingin menggambarkan hubungan masyarakat dengan hukum pada proses pembentukan dan penerapan hukum di era sekarang.

Hampir pasti, tidak ada satupun negara di dunia ini yang memfungsikan sistem hukum positifnya sekadar sebagai alat penyelesaian sengketa (dispute settlement) dan sebagai alat kontrol sosial (social control).

Sistem hukum positif juga pasti difungsikan untuk merekayasa masyarakat (social engineering).

Apabila fungsi hukum sudah sampai pada tahap rekayasa masyarakat, maka dapat dipastikan sistem hukum positif suatu negara sudah memiliki ekspektasi ke depan, tidak lagi bercermin ke belakang.

Hukum, dengan demikian, dijadikan alat untuk mengajak masyarakat berubah. Perubahan itu didesain secara sengaja. Bukan perubahan yang berjalan alamiah menurut kehendak masyarakat.

Kesimpulan

Untuk menciptakan keteraturan maka dibuatlah hukum sebagai alat pengatur, dan agar hukum tersebut dapat memiliki kekuatan untuk mengatur maka perlu suatu entitas lembaga kekuasaan yang dapat memaksakan keberlakuan hukum tersebut sehingga dapat bersifat imperatif.

Manusia pastinya harus memiliki suatu hukum yang mengatur manusia itu sendiri, bisa bersifat memaksa dan tegas, lalu hukum tersebut pastinya mengatur moral manusia itu sendiri karena pada dasarnya hukum dibuat untuk mendidik manusia agar berprilaku adil terhadap semua.

Hukum mempunyai peranan sangat besar dalam pergaulan hidup di tengah-tengah masyarakat. Hal ini dapat di lihat dari ketertiban, ketentraman, dan tidak terjadinya ketegangan di dalam masyarakat, karena hukum mengatur menentukan hak dan kewajiban serta melindungi kepentingan individu dan kepentingan sosial.

Saran

Sebaiknya dalam membuat suatu hukum dalam masyarakat diperhatikan berbagai aspek, kemudian  disesuaikan dengan keadaan masyarakat tersebut, sehingga tidak terjadi ketegangan di dalam masyarakat dan terciptalah pengaturan hak dan kewajiban serta perlindungan terhadap kepentingan individu dan kepentingan sosial.

Penulis: Feri Rusdiono (Ketua Umum PWOIN).

 

SimpulRakyat.co.id adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Disarankan Untuk Anda