Fatlolon Menilai Inpex Masela Tidak Transparan Mengenai Titik Koordinat Kilang Darat Blok Masela

  • Whatsapp
Fatlolon Menilai Inpex Masela Tidak Trasparan Mengenai Titik Koordinat Kilang Darat Blok Masela

SimpulRakyat.co.id, Saumlaki – Dalam kegiatan Sosialisasi Kepada Penyedia Barang dan Jasa di kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, pada Rabu (16/10/2019) kemarin, Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon, mempertanyakan unsur keterbukaan informasi dari pihak Inpex Masela mengenai dimana letak titik koordinat lokasi pembangunan Kilang Darat Blok Masela.

“SKK Migas telah menyurati Pemerintah Daerah untuk siapkan lahan seluas 1500 hektare, tetapi sampai dengan hari ini Inpex belum menentukan titik koordinatnya itu ada dimana,” ujar Fatlolon mempertanyakan.

Baca Juga

Karena kurangnya keterbukaan informasi tersebut, lanjut Fatlolon, akhirnya banyak spekulan tanah bermunculan dan membeli tanah di Kepulauan Tanimbar, khususnya di wilayah Kecamatan Tanimbar Selatan, tempat lokasi survey Inpex Masela saat tahapan Pre-FEED beberapa waktu lalu.

“Spekulan-spekulan (tanah) yang datang dari luar karena belum ditetapkan titik koordinatnya dimana, jadi kita sulit mengamankan 1500 (hektare) itu,” lanjutnya.

Fatlolon pun menghimbau agar Inpex Masela segera menentukan dimana titik koordinatnya agar Pemerintah Daerah dapat mengamankan tanah seluas 1500 hektare tersebut.

Menanggapi hal itu, Adrial Wilde selaku Project Coordinator Inpex Corporation, mengatakan bahwa hingga saat ini titik koordinat lokasi Kilang Gas Darat belum dapat diumumkan karena masih dalam tahapan Front End Engineering Design (FEED).

“Lokasi Kilang Gas Darat baru bisa diketahui setelah hasil survey FEED diperoleh dan desain teknik selesai,” ujar Adrial Wilde kepada media ini melalui pesan singkat whatsaap, Kamis (17/10/2019).

Ia juga menambahkan bahwa yang berhak mengumumkan dimana lokasi Kilang Gas Darat tersebut adalah pihak SKK Migas karena sebagai pemilik proyek.

“Pemberitahuan keputusan lokasi darat tentunya akan disampaian oleh SKK Migas sebagai pemilik proyek. Bupati KKT sudah sangat mengetahui hal ini,” katanya mengakhiri.

Reporter: Marcel Kalkoy

Disarankan Untuk Anda