SimpulRakyat.co.id, Luwu – PT Masmindo Dwi Area (MDA) telah memberikan layanan pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis kepada 2.264 warga di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, sepanjang Januari hingga Oktober 2026.

Program tersebut menjangkau masyarakat di 12 desa yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Melalui program Pengobatan dan Pemeriksaan Kesehatan Masyarakat (PPKM), MDA menghadirkan pelayanan kesehatan langsung ke desa-desa untuk memudahkan masyarakat memperoleh pemeriksaan dan pengobatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke fasilitas kesehatan.

Pada pelaksanaan periode Oktober 2026, tercatat sebanyak 601 warga memanfaatkan layanan tersebut. Pelayanan berlangsung di Desa Tibussan, Lambanan, Buntu Sarek, Pajang, Ulusalu, Boneposi, Tolajuk, Tabang, Rante Balla, Tobarru, Kadundung, dan Pangi.

Program PPKM telah berjalan sejak 2022 dan dilaksanakan setiap tiga bulan. Berdasarkan rekapitulasi pelayanan sepanjang 2026, jumlah penerima manfaat tercatat sebanyak 597 orang pada Januari, 443 orang pada April, 623 orang pada Juli, dan 601 orang pada Oktober.

Dalam pelaksanaannya, MDA melibatkan tenaga medis yang terdiri atas dokter, perawat, apoteker, serta bidan desa setempat. Tim kesehatan mendatangi lokasi pelayanan yang telah ditentukan di masing-masing desa untuk memberikan pemeriksaan dan pengobatan sesuai kebutuhan warga.

Data pelayanan juga menunjukkan bahwa kelompok usia di atas 46 tahun menjadi penerima layanan terbanyak pada periode Januari, April, dan Juli, dengan jumlah 727 orang atau sekitar 43,7 persen dari total peserta ketiga periode tersebut.

Kecenderungan serupa terlihat pada pelayanan Oktober. Kelompok usia di atas 46 tahun kembali mendominasi dengan proporsi sekitar 40,3 persen dari total 601 peserta. Sementara itu, anak-anak berusia 0-11 tahun tercatat sebanyak 171 orang atau sekitar 28,5 persen.

Dari hasil pemeriksaan selama empat periode pelayanan, gangguan saluran pernapasan menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan, dengan akumulasi 789 kasus. Selain itu, tenaga medis juga menemukan sejumlah keluhan lain, seperti nyeri otot, hipertensi, gangguan kesehatan gigi, dan sakit kepala.

Temuan tersebut menjadi gambaran mengenai kondisi kesehatan warga yang memanfaatkan layanan PPKM. Data ini sekaligus menjadi bahan pertimbangan untuk memperkuat edukasi kesehatan dan pemeriksaan dini, khususnya bagi kelompok usia yang memerlukan perhatian lebih.

Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, mengatakan program PPKM tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan melalui pemeriksaan secara berkala.

“Melalui layanan kesehatan gratis ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya. Deteksi dini menjadi kunci agar potensi penyakit dapat ditangani lebih awal, terutama pada kelompok lansia,” ujar Mustafa.

Dia menjelaskan, pelaksanaan program tersebut juga mempertimbangkan masukan masyarakat yang dihimpun melalui Forum Desa (Fordes) bersama Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi Kabupaten Luwu.

Masukan tersebut menjadi salah satu dasar bagi perusahaan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat, termasuk peningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan.

MDA berharap keberadaan program PPKM dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Melalui pelayanan langsung di desa, warga diharapkan semakin mudah memperoleh pemeriksaan kesehatan sekaligus memiliki kesadaran lebih baik untuk melakukan deteksi dini terhadap berbagai gangguan kesehatan.

Ke depan, MDA juga akan terus mendorong sinergi dengan Fordes, Pokja Percepatan Investasi Kabupaten Luwu, serta para pemangku kepentingan lainnya guna memperkuat pelaksanaan program yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Latimojong.