SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menggelar Lokakarya Literasi Digital bertema Transformasi Digital Berbasis Kearifan Lokal Pangkep, Minggu (3/8/2025).

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Pangkep dan dihadiri sejumlah pustakawan, guru, serta pegiat literasi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pangkep, Muhiddin, membuka langsung kegiatan tersebut. Lokakarya menghadirkan dua narasumber nasional, yakni tokoh literasi dan penulis Bachtiar Adnan Kusuma serta Idwar Anwar. Diskusi dipandu oleh moderator Archut.

Dalam pemaparannya, Bachtiar Adnan Kusuma mengajak para pustakawan, pegiat literasi, dan guru-guru untuk mengoptimalkan pemanfaatan layanan perpustakaan sebagai pusat bursa ide dan gagasan. Ia menekankan pentingnya transformasi digital sebagai jembatan literasi yang lebih inklusif dan menjangkau masyarakat luas.

“Platform digital seperti Facebook, WhatsApp, Instagram, hingga TikTok bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan layanan perpustakaan. Ini bagian dari upaya menjadikan perpustakaan sebagai pusat literasi yang hidup dan dinamis,” ujar Bachtiar.

Lebih lanjut, Bachtiar menyoroti pentingnya penguasaan empat kompetensi utama dalam literasi digital: digital ethics, digital skills, digital culture, dan digital safety. Ia menegaskan bahwa digital ethics atau etika digital merupakan fondasi penting agar masyarakat, khususnya pengguna aktif media sosial, dapat berinteraksi secara sehat, sopan, dan bertanggung jawab di ruang digital.

“Kita butuh cara berpikir literasi digital yang menekankan dua aspek utama: pendekatan data dan teknologi. Ini penting agar kita tidak sekadar menjadi pengguna, tetapi juga pencipta nilai dan makna,” kata Bachtiar.

Menurutnya, transformasi perpustakaan ke ranah digital merupakan migrasi besar-besaran yang membutuhkan adaptasi tidak hanya dalam hal teknologi, tetapi juga dalam menginternalisasi nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

“Jika keempat kompetensi literasi digital ini benar-benar dipraktikkan dengan baik, perpustakaan akan menjadi magnet yang menghidupkan kembali budaya baca dan diskusi di tengah masyarakat,” tambahnya.

Lokakarya ini merupakan bagian dari upaya strategis Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pangkep untuk memperluas jangkauan literasi digital dan meningkatkan minat baca masyarakat melalui pendekatan lokal yang kontekstual.